7 permainan TRADISIONAL yang kurang diminati anak-anak zaman sekarang

  • admin
  • 11/07/2013
  • Kalau anak-anak 90-an kebawah pasti sering main permainan ini dulu… Anak-anak zaman sekarang sih umumnya dah gak kenal lagi permainan semacam ini, taunya main PS, iPad, Point blank, Dota dan sebangsanya… hahaha


    1.Slodoran/Gobak Sodor
    Gobak Sodor adalah permainan tradisional yang dimainkan menjadi dua team dan masing-masing ada team jaga ama team yang menembus benteng lawan, kalo di tempat ane namanya slodoran/blodoran gan (pake lidah orang jawa) berikut :
    Cara main

    Permainan ini dilakukan oleh dua team dengan masing-masing tiga orang atau lebih penjaga. Satu team bermain sebagai PENJAGA dan team lawan bermain sebagai PEMAIN, secara bergantian.

    Setiap anggota team PEMAIN akan berusaha mencapai garis belakang arena ( “the door” ) dan anggota team PENJAGA akan mencegahnya.

    Jika PEMAIN tersentuh PENJAGA, maka kedua team bergantian sebagai PEMAIN dan PENJAGA

    Oh iya gan,Kata Gobak sodor ini kemungkinan disadur dari bahasa Inggris “Go back to the door” (pake lidah bule gan)


    2.Sunda manda/Sura manda
    Sunda manda atau juga disebut ngklk, tklk, ingkling, sundamanda / sundah-mandah, jlong jling, lempeng, dampu, atau sura manda adalah permainan anak tradisional yang populer di indonesia, khususnya di masyarakat pedesaan.
    Permainan ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Di setiap daerahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Terdapat dugaan bahwa nama permainan ini berasal dari “zondag-maandag” yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial, walaupun dugaan tersebut adalah pendapat sementara.
    Permainan Sunda manda biasanya dimainkan oleh anak-anak, dengan dua sampai lima orang peserta. Di Jawa, permainan ini disebut engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan yang serupa dengan peraturan berbeda di Britania Raya disebut dengan hopscotch. Permainan hopscotch tersebut diduga sangat tua dan dimulai dari zaman Kekaisaran Romawi.
    Cara main

    Peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya di tanah.

    Untuk dapat bermain, setiap anak harus berbekal gacuk yang biasanya berupa sebentuk pecahan genting, yang juga disebut kreweng, yang dalam permainan, kreweng ini ditempatkan di salah satu petak yang tergambar di tanah dengan cara dilempar, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak / ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.

    Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah petak untuk dijadikan “sawah” mereka, yang artinya di petak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.


    3.Ular Naga
    Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK – SD).
    Cara main

    Anak-anak berbaris bergandeng pegang `buntut`, yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Seorang anak yang lebih besar, atau paling besar, bermain sebagai “induk” dan berada paling depan dalam barisan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai “gerbang”, dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. “Induk” dan “gerbang” biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan.

    Barisan akan bergerak melingkar kian kemari, sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari “gerbang” yang berdiri di tengah-tengah halaman, sambil menyanyikan lagu. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu, Ular Naga akan berjalan melewati “gerbang”. Pada saat terakhir, ketika lagu habis, seorang anak yang berjalan paling belakang akan `ditangkap` oleh “gerbang”.

    Setelah itu, si “induk” –dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya– akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua “gerbang” perihal anak yang ditangkap. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu, sehingga anak-anak ini saling tertawa. Sampai pada akhirnya, si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan, dan berdasarkan pilihannya, ditempatkan di belakang salah satu “gerbang”.

    Permainan akan dimulai kembali. Dengan terdengarnya nyanyi, Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang, dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Perbantahan lagi. Demikian berlangsung terus, hingga “induk” akan kehabisan anak dan permainan selesai. Atau, anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam.


    4.Petak umpet Versi Bang-bangan
    Petak umpet versi bang-bangan adalah versi tempat ane tinggal gan, permainannya kaya petak umpet biasa tapi kalo ketemu orangnya dipanggilnya bang, pas ane dulu main ane sering ngumpet diatas pohon gan atau didalam air, kebetulan deket ama sungai. Nih cara mainnya:
    Cara main

    Semua anak melakukan ritual laium gambreng sampai tinggal 2 anak, kemudian 2 anak yg tersisa harus suit sampai 3x, yg kalah jaga gawang.

    Yg jaga tutup matanya, hitung sampai 10x

    Teman-teman yg nggak jaga nyari tempat untuk ngumpet.

    Kalau sudah sampai hitungan ke-10, yg jaga langsung nyari teman-temennya yg ngumpet, kalau ketemu satu, langsung lari cepat-cepat balapan dgn temannya itu sampai ke gawang kemudian pegang gawang sambil teriak `Bang tandanya satu orang sudah ketemu, tinggal cari yg lainnya.

    Kalau ternyata yg duluan sampai gawang adalah temannya yg ngumpet, permainan ronde satu langsung selesai, tapi yg jaga gawang dihukum harus jaga lagi pada permainan ronde berikutnya.


    5.Cublak-cublak Suweng
    “Pak Empo lirak lirik sapa ngguyu ndeloake”.begitulah sebagian lirik dari lagu cublak-cublak suweng. Saat itulah, yang jaga harus menebak siapa yang menyembunyikan suweng atau anting!
    Cara main

    Gambreng dan yang kalah menjadi Pak Empo. Dia berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkar. Buka telapak tangan menghadap ke atas dan letakkan di punggung Pak Empo.

    Salah satu anak memegang biji/ kerikil dan dipindah dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublek Suweng. ublak cublek suweng, suwenge ting gelenter, mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik, sapa mau sing delekke. Sir sir pong dele gosong, sir sir pong dele gosong

    Pada kalimat apa mau sing delekke serahkan biji/ kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman.

    Di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan.

    Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji/ kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji/ kerikil gantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.


    6.Tawon-tawonan
    Tawon-tawonan permainan yang dilakukan beberapa orang dengan satu tawon, yang kena ntup / sengat maka orang tersebut gantian jadi tawon.tawon-tawonan ini mirip ama permainan kucing-kucingan+tikus tapi pemain tidak bergandengan tangan.
    Cara main

    Tentukan dulu, yang jadi tawon yang kalah atau yang menang, kemudian semua gambreng dengan tangan bergandengan dengan lagu ing tangane dawa masang maksudnya yang tangannya panjang main jadi tawon, kalau tinggal 3 anak maka dilakukan hom-pim-pa alaium gambreng, kalo 2 orang dilakukan suit sampai ada yang jadi tawon.

    Kalau mau selamat dari tawon, waktu tawon sudah dekat, langsung jongkok agar tidak tersengat. Tapi baru bisa `hidup` lagi kalau ada teman yg masih berdiri membangunkan.

    Kalau mau selamat dari tawon, waktu tawon sudah dekat, langsung jongkok agar tidak tersengat. Tapi baru bisa `hidup` lagi kalau ada teman yg masih berdiri membangunkan.

    Yang jadi tawon, kejar teman-temannya, kalau salah satu ada yg terkejar, pegang dia, nanti dia akan langsung jadi tawon.Semakin banyak orang semakin seru.


    7.Bedhil-bedhilan / Tembak-tembakan
    Merupakan permainan fiksi atau bo ng-bo ngan gan layaknya rambo dan tentara, kalo ditempat ane senjatanya semua menggunakan pelepah pisang.
    Cara main

    Membuat alat tempur dengan pelepah pisang dengan macam senjata beserta bom-bomnya.

    Tentukan 2 kelompok dengan masing-masing satu ketua, ketua suit dan bila kalah kalah suit berarti itu kelompok penjahat dan yang menang menjadi kelompok tentara.

    Kelompok penjahat bajunya dikeluarkan atau di pakai setengah baju., kelompok tentara di masukan(kan tentara kudu rapi).

    Nah seperti petak umpet, kelompok penjahat bersembunyi dan kelompok tentara mencari.

    Lalu apabila salah satu menemukan penjahat/tentara harus cepat-cepat bilang or siapa yang duluan tertembak itu menjadi tawanan/kalah.

    Menang dan kalah ditentukan apabila salah-satu kelompok banyak menyandra banyak tawanan, dan kelompok yang kalah adalah kelompok yang anggotanya banyak yang mati.

    Ada lagi sih permainan tradisional yang lain seperti patok lele, kelereng, ular tangga, lido, gasing, layangan, pesawat gabus, dan monopoli mungkin termasuk juga ya… 😀 Kalau dibahas semua tar artikelnya kepanjangan, jadi cuma 7 aja deh…

    Info terkait:

    • paguneman bahasa sunda 6 orang
    • boa edan
    • contoh dialog bahasa sunda 4 orang
    • cara menghias kelas tema kemerdekaan
    • permainan 17 agustus
    • conto paguneman basa sunda 6 urang
    • dialog bahasa sunda singkat
    • permainan 17 agustus lucu
    • kode minikref
    • contoh paguneman basa sunda 6 orang

    2 thoughts on “7 permainan TRADISIONAL yang kurang diminati anak-anak zaman sekarang

    Leave a Reply