Bahan-bahan KIMIA yang kerap ditemukan pada makanan RINGAN!!

  • admin
  • 15/05/2014
  • Tidak usah dipungkiri kalian pasti sering atau bahkan setiap hari mengkonsumsi makanan ringan, dibalik rasanya yg enak nan bikin ketagihan ternyata terdapat bahan-bahan kimia berbahaya yg mungkin tidak kalian ketahui. Apa saja bahan-bahan kimia tersebut ? Langsung saja inilah dia bahan-bahan kimia berbahaya yg biasa terdapat dalam makanan ringan :

    1. Sakarin (saccharin)

    Sakarin dikenal sebagai bahan pemanis buatan yang mampu menghasilkan sensasi rasa manis hingga 550 kali gula biasa. Bentuknya barupa bubuk putih tanpa bau. Sakarin yang mengendap dalam ginjal memicu pertumbuhan kankermukosa kandung kemih. Para pakar epideimolog dan kesehatan tidak merekomendasikan penggunaan sakarin untuk makanan dan minuman konsumsi karena terbukti membahayakan kesehatan.

    2. Siklamat (cyclamate)

    Siklamat juga digunakan sebagai campuran makanan-minuman untuk memberi sensasi rasa manis. Kadarnya lebih rendah dibanding sakarin. Kira-kira, 30 kali manis gula biasa penggunaan dalam jumlah lebih banyak bisa menimbulkan rasa getir. Itu sebabnya siklamat kalah populer dibanding sakarin. Siklamat secara sembrono digunakan dalam industri makanan-minuman, padahal siklamat bisa menyebabkan pecahnya sel kromosom dalam medium biakan sel leukosit.

    3. Nitrosamin

    Nitrosamin adalah bahan kimia yang digunakan untuk memberi aroma khas sosis, keju, kornet, ham, dan dendeng olahan. Kadang-kadang digunakan pula untuk mempertahankan warna asli daging. Bentuknya seperti garam, berupa kristal atau bongkahan tidak berbau, warnanya agak kekuning-kuningan. Nitrosamin terbukti bersifat karsinogen, menyebabkan kanker dengan mengubah DNA tubuh dan mengganggu proses metabolisme. Karsinogenik juga mengendap dalam paru-paru dan memicu timbulnya kanker.

    4. Monosodium Glutamat (MSG)

    Monosadium glutamat lebih kita kenal denga sebutan vetsin atau penyedap rasa. Hampir semua makanan menggunakan bahan ini untuk meningkatkan cita rasa nay. Padahal, vetsin memiliki efek degenerasi dan nekrosi sel-sel neuron, sel-sel syaraf lapisan dalam rentina, bahkan menyebabkan mutasi sel, dan mengakibatkan kanker kolon dan hati. Vetsin yang mengendap dlam ginjal juga meningkatkan resiko kanker ginjal, kanker otak, dan merusak jaringan lemak.

    5. Rhodamin B

    Rhodamin B berupa serbuk kristal berwarna merah keunguan, dan ketika dilarutkan dalam air akan berubah merah berpendar yang membangkitkan selera. Rhodamin B merupakan bahan pewarna sintetis dalam industri tekstil dan kertas, yang secara ilegal digunakan untuk pewarna makanan. Makanan yang menggunakan bahan ini bisa dikenali dari warna merah mencolok yang tidak wajar, banyak terdapat titik-titik warna karena tidak homogen. Biasanya digunakan pada industri kerupuk, terasi, dan makanan kecil untuk anak-anak.

    6. Metanil Yellow

    Jika Rhodamin B adalah pemberi warna merah, maka Metanil Yellow adalah pemberi warna kuning. Kedunya sama-sama bahan pewarna sintetis yang digunakan untuk industri tekstil dan cat. Bentuknya bisa berupa serbuk, bisa pula berupa padatan. Tingkat bahayanya sama dengan Rhodamin B. Adapun bahan kimia ini biasanya digunakan secara ilegal pada indutri mie, kerupuk, dan jajanan berwarna kuning mencolok.

    7. Formalin

    Formalin merupakan bahan kimia dalam industri kayu lapis dan digunakan sebagai bahan disinfektan pada rumah sakit. Formalin digunakan secara ilegal sebagai bahan pengawet. Mie basah yang diberi formalin bisa awet berhari-hari tanpa disimpan dalam lemari pendingin. Tahu berformalin tidak mudah rusak hingga 4-5 hari. Ikan dan daging tidak busuk dalam 3 hari. Zat ini sangat berbahaya jika tertelan.

    8. Boraks

    Boraks adalah bahan pengawet kayu dan antiseptik pengontrol kecoa. Fungsi hampir sama dengan pestisida. Boraks berbentuk kristal putih tanpa bau dan mudah larut dalam air. Boraks digunakan secara ilegal dalam industri makanan bakso dan kerupuk, karena mampu memberi efek bagus pada tekstur makanan. Bakso dengan boraks menjadi kenyal, renyah, dan tahan lama. Kerupuk dengan boraks pun lebih renyah dan empuk. padahal, boraks adalah bahan pembersih dan pengawet kayu, dengan fungsi antiseptik. Boraks bisa menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal.

    Info terkait:

    • contoh naskah iklan makanan ringan
    • contoh iklan komersial makanan ringan
    • contoh script iklan komersial makanan ringan
    • contoh pariwara komersial
    • percakapan iklan makanan
    • Janur sintetis
    • contoh sinopsis makanan ringan
    • sinopsis iklan komersial makanan ringan
    • Reklame Makanan Ringan
    • Percakapan iklan Qtela

    Leave a Reply