Fakta-fakta menarik dan inspiratif tentang NELSON MANDELA!!

  • admin
  • 06/12/2013
  • Sosok Nelson Mandela seolah tak hanya milik rakyat Afrika Selatan. Hal ini terbukti ketika Mandela wafat, seluruh dunia menyampaikan rasa duka citanya.

    Meninggal di usia 95 tahun, Mandela memiliki perjalanan hidup yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Itu semua dilakukannya demi mewujudkan perdamaian di bumi Afsel. Namun, apa yang dilakukannya lebih dari apa yang dibutuhkan rakyat Afsel. Seluruh dunia belajar darinya. Berikut adalah 10 fakta menarik dan inspiratif tentang Nelson Mandela, seperti yang dikutip dari situs heavy.com, Jumat (6/12/2013):

    Meninggal Setelah Berbulan-bulan Sakit:


    Nelson Mandela meninggal di usia 95 tahun setelah menderita infeksi paru-paru berulang selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan Juli 2013 lalu, Mandela dirawat di rumah sakit karena infeksi paru-paru kronis. Saat dirawat di rumah sakit, ratusan orang baik dari keluarga maupun masyarakat berdatangan silih berganti untuk mendoakan kesembuhannya.

    Selama beberapa bulan terakhir, Mandela memang berulang kali masuk rumah sakit. Dia memiliki masalah pernafasan yang sangat rentan karena tertular tuberkulosis selama 27 tahun hidup di dalam penjara. Selain itu, Mandela juga didiagnosa terkena kanker prostat pada tahun 2011. Dia juga tak pernah muncul lagi di depan publik sejak Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010.

    Saat Mandela diwawancara untuk sebuah film dokumenter pada tahun 1994, dia menyampaikan pendapatnya tentang kematian.

    “Kematian adalah sesuatu yang tak terelakkan. Ketika seorang manusia telah melakukan apa yang ia anggap sebagai tugasnya untuk rakyat dan negerinya, dia bisa beristirahat dalam damai. Saya percaya saya telah berupaya untuk itu, dan karenanya saya akan tidur untuk keabadian,” ujar Nelson.

    Anak Seorang Kepala Desa:


    “Saya tidak dilahirkan dengan kondisi yang lapar, saya lahir dalam kondisi yang bebas,” ujar Nelson Mandela. Mandela lahir di sebuah desa kecil. Di desa tersebut Mandela menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan menggembala sapi dan domba. Meski memiliki nama Afrika Rolihalahla, gurunya memberikan nama Kristen yaitu Nelson.

    Mandela adalah anak dari kepala desa, sehingga ia mendapat akses pendidikan yang terbaik yang tersedia untuk warga kulit hitam kala itu. Di awal abad 20-an, Mandela pindah ke wilayah Johannesburg. Di tempat itulah Mandela pertama kali bertemu dengan realitas diskriminasi rasial.

    Menjadi Politikus Sejak Menjadi Mahasiswa Hukum:


    Mandela belajar hukum di Universitas Fort Hare dan kemudian di University of Witwatersrand. Di masa perkuliahan inilah Mandela bergabung dalam African National Congress (ANC), sebuah gerakan nasionalis multi-ras yang berusaha membawa perubahan politik di Afrika Selatan. Mandela menjadi salah satu penyelenggara utama ANC dan merumuskan “Freedom Charter”, sebuah pernyataan yang menuntut ras.

    “Tugas ANC adalah untuk menyatukan orang-orang Afrika dan keluar dari itu membangun bangsa,” kata Mandela.

    Angkat Senjata Setelah Aksi Kekerasan Pemerintah:


    Pada tahun 1960-an, banyak protes yang menuntut kesetaraan dilawan oleh aksi kekerasan yang brutal dari pemerintah. Misalnya aksi protes damai di Kota Sharpeville, polisi menembaki demonstran yang menewaskan 69 orang. Kegemparan pun terjadi di seluruh wilayah Afrika Selatan. Sejumlah protes, pemogokan dan kerusuhan pecah di berbagai wilayah. Merespons kondisi ini, pemerintah kulit putih memberlakukan darurat militer.

    Gerakan oposisi dilarang dan ribuan orang ditahan. Pada tahun 1961 Mandela kemudian turun untuk bergerak melakukan perjuangan bersenjata secara gerilya. Dia mendirikan Umkjonyo kita Sizwa-cabang dari ANC yang didedikasikan untuk menyabotase pemerintah untuk mengakhiri segregasi ras.
    Menjadi Tahanan Politik Selama 27 Tahun:


    Pada tahun 1964, Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena merencanakan penggulingan rezim segregasi ras di Afesl. Mandela dipenjara di Robben Island. Sebagai tahanan politik kulit hitam, Mandela mendapat tingkat terendah pengobatan di dalam penjara.

    Namun saat dipenjara, Mandela mampu mendapatkan gelar Bachelor of Law melalui University of London dengan program korespondensi. Mandela tetap menjadi simbol kuat perlawanan masyarakat kulit hitam. Kampanye internasional untuk pembebasan Mandela juga diluncurkan, harga diri Mandela pun meningkat di dalam komunitas politik global.

    Tolak Tawaran Bebas dari Presiden Botha:


    Pada tahun 1982, Mandela dan pemimpin ANC lainnya dipindahkan ke penjara Pollsmoor. Kemudian pada tahun 1985, Presiden PW Botha menawarkan pembebasan Mandela asal mereka menghentikan perjuangan mereka. Mandela dan kawan-kawannya tegas menolak tawaran tersebut. Tekanan dunia internasional untuk pembebasan Mandela terus bergulir.

    Namun pembicaraan antara Mandela dan presiden yang berlangsung bertahun-tahun belum juga menemui titik temu. Hingga Presiden Botha menderita stroke dan digantikan oleh Frederik Willem de Klerk. De Klerk mengumumkan pembebasan Mandela pada 11 Februari 1990. Dia juga membatalkan pemblokiran ANC dan penghapusan pembatasan kelompok politik. Mandela akhirnya bebas pada usia 71 tahun.

    Menikah 3 Kali dan Memiliki 6 Anak:


    Mandela menilah sebanyak 3 kali. Dia menikahi Evelyn Ntoko Mase pada 1944 hingga 1957. Dari pernikahannya ini, Mandela memiliki 4 anak, Madiba Thembekile, Makgatho, Makaziwe dan Maki. Kemudian Mandela menikahi Winnie Madizela pada 1958 sampai 1996. Mereka memiliki dua putri, Zenani and Zindziswa.

    Winnie adalah seorang aktivis yang kontroversial karena diduga terlibat dalam beberapa kasus pelanggaran HAM. Pada saat Mandela menjadi presiden, keduanya telah berpisah selama dua tahun. Pada tahun 1998, Mandela menikahi Graca Machel seorang politisi dan aktivis kemanusiaan. Selain melakukan advokasi untuk perdamaian dan kesetaraan, Mandela juga berkomitmen untuk memerangi AIDS, penyakit yang membunuh anaknya, Makgatho pada tahun 2005.

    Menjadi Presiden Kulit Hitam Pertama di Afsel:


    Sejak pertengahan tahun 1980-an rakyat Afsel melalui masa yang berat demi mencapai titik balik perdamaian. Pada tahun 1990 Mandela masih berada di dalam penjara, warga kulit hitam tak memiliki hak suara. Sedangkan empat tahun kemudian, Mandela terpilih menjadi presiden pertama di Afsel.

    Pria yang dikenal juga dengan nama Madiba ini untuk tak lama berkuasa dan mundur dari karier politiknya pada tahun 1999.

    Sukses Merekonsiliasi Warga Kulit Hitam dan Kulit Putih:


    Mandela bekerja demi mengubah dominasi ras di negaranya. Dia menggunakan antusiasme rakyatnya di bidang olah raga untuk melancarkan upaya rekonsiliasi antara warga kulit hitam dan kulit putih.

    Dia mendorong warga kulit hitam untuk hadir di pertandingan timnas Rugby Afsel yang digelar di tengah warga kulit putih. Kemudian pada tahun 1995, Afsel menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia Rugby.

    Pada tahun 1996, Mandela merancang undang-undang konstitusi baru yang mengatur tentang pemerintahan yang berdasar pada suara terbanyak dan melindungi hak-hak minoritas serta menjamin kebebasan berpendapat.

    Info terkait:

    • memproduksi teks cerita sejarah secara bersama
    • teks cerita sejarah nelson mandela
    • puisi tentang nelson mandela
    • meme orang hitam
    • jaket kulit mondi anak jalanan
    • puisi nelson mandela
    • teks sejarah nelson mandela
    • rentetan peristiwa sebelum wafatnya nelson mandela
    • peristiwa sebelum wafatnya nelson mandela
    • teks cerita sejarah sebelum wafatnya nelson mandela

    Leave a Reply