Foto-foto keindahan INDONESIA yang selama ini ada di uang KERTAS!!

  • admin
  • 24/03/2016
  • Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia memang memiliki kebudayaan dan keindahan yang begitu beragam. Saking banyaknya keindahan ini, rasanya butuh waktu lama bagi kita untuk bisa menjelajahi setiap sudut negeri ini dan mengagumi setiap budaya dan keistimewaannya.

    Berbagai keindahan Indonesia ini, sebagian kecil tergambar dalam mata uang kita, lho. Berikut ini beberapa keindahannya yang tergambar di beberapa mata uang kertas Indonesia.

    1. Uang lima ribu rupiah tahun 2001 yang menggambarkan seorang pengrajin tenun.

    Dalam lembar kertas uang lima ribuan yang masih beredar ini, digambarkan sebuah seni menenun kain songket.
    Uang lima ribuan yang beredar saat ini

    2. Pulau Maitara dan Tidore tergambar di pecahan uang seribu rupiah tahun 2000.

    Tradisi yang digambarkan di uang kertas ini berasal dari Pandai Sikek, Sumatera Barat.

    Pulau Maitara dan Tidore dipilih untuk menghiasi lembar uang seribuan. Pulau Maitara adalah pulau kecil diantara Ternate dan Tidore.

    Uang pecahan seribu rupiah dengan gambar Pulau Maitara dan Tidore

    3. Lembaran lima ratusan yang sudah tidak beredar lagi ini menggambarkan rumah adat Kalimantan Timur.

    Pulau Maitara ada di pecahan uang ini karena tempat ini selain indah juga memiliki sejarah. Pulau ini pernah menjadi perbatasan antara kesultanan Ternate dan Tidore serta karena bangsa Portugis meletakkan kaki pertama kali Pulau Maitara.

    Lembaran uang lima ratus rupiah dulu pernah menggambarkan rumah adat Kalimantan Timur. Sebutan untuk rumah adat ini adalah Rumah Lamin.

    Rumah adat Kalimantan Timur di pecahan uang 500 rupiah

    4. Sisi lain uang lima ratus yang bergambar rumah lamin adalah gambar orangutan.

    Rumah Lamin juga dikenal sebagai rumah panggung yang panjang dan saling menyambung. Biasanya rumah ini ditinggali oleh beberapa orang karena ukurannya yang memang sangat besar.

    Jika di satu sisi uang kertas lima ratus menggambarkan rumah lamin, maka di sisi satunya menggambarkan seekor orangutan.

    Orangutan tergambar di uang kertas lima ratus rupiah

    5. Lembaran uang lima ratus dengan gambar bunga bangkai

    Orangutan adalah binatang khas yang tinggal di daerah Sumatera dan Kalimantan. Namun sayang, binatang ini mulai terancam karena banyaknya pembakaran hutan untuk dijadikan perkebunan sawit.

    Lembaran uang lima ratus dulunya pernah berhiaskan gambar bunga bangkai. Bunga bangkai adalah salah satu kekhasan yang ada di Indonesia.

    Uang kertas lima ratusan dan bunga bangkai

    6. Seni lompat batu di Nias pernah menghiasi uang kertas pecahan seribu rupiah tahun 1992.

    Sebanyak 25 spesies bunga bangkai tumbuh dengan baik di Indonesia. Dinamakan demikian karena baunya sangat menyengat seperti bangkai pada waktu-waktu tertentu.

    Atraksi lompat batu di pulau Nias ini adalah kesenian yang fenomenal dan selalu dinanti. Jadi tidak heran jika pada tahun 1992 seni ini kemudian diabadikan pada lembaran uang seribuan.

    Pecahan uang seribu dengan gambar seni lompat batu Pulau Nias

    7. Pecahan seratus rupiah dengan gambar bendungan Sigura-gura

    Kegiatan yang juga bernama Fahombo atau Hombo Batu. Dalam tradisi ini, seorang pelompat harus melompati batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40cm.

    Pecahan uang seratus rupiah ini bergambar bendungan Sigura-gura. Bendungan ini terletak di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

    Uang seratus rupiah dengan gambar bendungan sigura-gura

    8. Gunung Anak Krakatau di lembar uang kertas seratus rupiah

    Bendungan ini merupakan bendungan terbesar kedua di Indonesia setelah bendungan Sutami. Aliran sungai yang ditampung di bendungan ini adalah sungai Asahan.

    Gunung Anak Krakatau adalah gunung baru yang muncul sejak tahun 1942 atau 40 tahun setelah meletusnya gunung Krakatau. Gunung ini terletak di kawasan Selat Sunda, antara Sumatera dan Jawa.

    Gunung Anak Krakatau

    9. Salah satu jenis burung dara di mata uang seratus rupiah

    Tahun 1929, pulau kecil ini sempat menghilang sebelum kemudian muncul lagi pada tahun 1930 bersamaan dengan letusan-letusan kecil yang muncul.

    Burung cantik ini memiliki nama latin Goura Victoria atau di Indonesia sering disebut dengan burung Mabruk atau burung Dara Mahkota.

    Burung dara cantik di uang seratus rupiah

    10. Uang kertas limapuluh ribu dengan gambar Pura Ulun Danu Bratan.

    Di Indonesia, burung ini bisa ditemukan di pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.Tapi sayang, burung ini sudah jarang ditemukan di sekitar manusia. Burung ini juga dikategorikanterancam punah.

    Pura Ulun Danu Bratan adalah puraair yang terletak di tepi Danau Bratan di gunung dekat Bedugul. Kompleks pura yang cantik ini didirikan pada tahun 1663 untuk menghormati dewi Danu, yang merupakan dewi air, sungai dan danau.

    Uang limapuluh ribu menggambarkan keindahan Pura Ulun Danu Bratan

    11. Gambar cengkeh di bagian depan uang 20 ribu rupiah tahun 1992

    Bentuk atap sebelas tingkat didedikasikan untuk Dewa Siwa dan istrinya, Parwati. Di dalam kuil ini juga terdapat sebuah patung Budha.

    Cengkeh adalah salah satu rempah-rempah asli Indonesia yang banyak dicari hingga mancanegara. Di negara-negara Eropa, cengkeh digunakan sebagai bumbu masakan pedas.

    Mata uang 20 ribuan menggambarkan bunga cengkeh

    12. Burung cenderawasih di uang pecahan 20 ribu rupiah tahun 1992.

    Tanaman ini adalah flora identitas Maluku Utara. Keberadaan rempah ini pulalah yang mengundang bangsa Eropa berdatangan ke Indonesia pada zaman dulu.

    Burung cenderawasih adalah burung khas yang hidup di wilayah Indonesia Timur seperti pulau Papua dan sekitarnya. Masyarakat Papua biasanyamemakai bulu cenderawasih untuk pakaian dan adat mereka.

    Burung cenderawasih di uang 20 ribuan

    13. Uang kertas 10 ribu tahun 1998 dengan gambar Danau Segara Anak.

    Beberapa abad lalu, bulu-bulu ini juga banyak digunakan untuk membuat topi wanita Eropa. Karena perburuan ini, burung Cenderawasih semakin langka. Kini burung ini dilindungi dan perburuan hanya diperbolehkan untuk kepentingan perayaanmasyarakat setempat.

    Segara Anak adalah sebuah danau kawah yang terletak di Gunung Rinjani, Pulau Lombok. Diberi nama Segara Anak karena birunya danau ini mengingatkan pada warna kebiruan laut.

    Uang 10 ribuan dengan gambar Danau Segara Anak

    14. Uang 10 ribuan tahun 2005 dengan gambar Rumah Limas.

    Di danau ini banyak ikan yang sengaja dikembangbiakkan oleh masyarakat setempat untuk menambah daya tarik dan keindahan Danau Segara Anak.

    Rumah Limas merupakan rumah tradisional Sumatera Selatan. Rumah ini memiliki atap berbentuk limas dan memiliki lantai bertingkat yang disebut Bengkilas.

    Rumah Limas berasal dari Sumatera Selatan

    15. Tahun 1979, uang 10 ribu tampil dengan gambar keindahan Candi Prambanan.

    Bengkilas ini biasanya hanya digunakan ketika ada kepentingan keluarga sepeti hajatan. Sedangkan untuk menerima tamu biasanya dilakukan di teras atau di lantai dua.

    Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9. Candi ini dipersembahkan untuk tida dewa utama umat Hindu yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa.

    Candi Prambanan terlukis di uang 10 ribu rupiah

    16. Pada tahun 1992, uang 10 ribuan memiliki gambar Candi Borobudur.

    Candi Hindu terbesar di Indonesia dan terindah dan termegah di Asia Tenggara ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO.

    Borobudur adalah candi Budha sekaligus monumen Budha terbesar di dunia. Borodubudur memiliki koleksi relief Budha terbanyak dan terlengkap di dunia.

    Keindahan Candi Borobudur terlukis di uang 10 ribu rupiah

    17. Pecahan uang lima ribuan tahun 1980 memiliki gambar rumah Toraja.

    Candi Borobudur ini kini telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, sama seperti candi Prambanan.

    Rumah tradisional masyarakat Toraja disebut dengan Tongkonan. Atapnya melengkung seperti perahu yang terbuat dari susunan bambu.

    Rumah Tongkonan di lembar uang limaribuan

    18. Bagian depan uang lima ribuan tahun 1992 bergambar alat musik Sasando.

    Bagian dalam ruangan digunakan sebagai tempat tidur dan dapur. Namun ada kalanya tongkonan juga digunakan untuk menyimpan mayat.

    Di Rote, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah alat musik dawai unik yang bernama Sasando. Alat musik yang dimainkan dengan dipetik ini memiliki suara yang hampir mirip dengan alat musik dawai lainnya.

    Sasando Rote di uang limaribuan.

    19. Sedangkan bagian belakangnya bergambar Danau Kelimutu.

    Bagian utama Sasando terbuat dari tabung bambu tempat memasang dawai. Tabung sasando ini kemudian diletakkan di sebuah wadah yang berupa anyaman daun lontar sebagai resonansi.

    Di Gunung Kelimutu, Pulau Flores, terdapat danau cantik yang disebut sebagai Danau Kelimutu atau Danau Tiga Warna. Diberi nama Tiga Warna karena danau ini memiliki tiga warna, yaitu putih, biru, dan merah.

    Cantiknya Danau Kelimutu terlukis di lembar uang lima ribuan.

    20. Uang kertas 2 ribuan beredar pertama kali tahun 2009 dengan gambar Tarian Dayak di bagian belakang.

    Meski begitu, tiga warna ini juga sering berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu. Penduduk sekitar percaya bahwa jika air danau berubah warna maka masyarakat sekitar harus memberikan sesajen pada arwah orang-orang yang sudah meninggal.

    Uang kertas dua ribuan baru beredar pertama kali pada tahun 2009. Uang kertas ini menampilkan gambar Pangeran Antasari di bagian depan dan tarian Adat Dayak di bagian belakang.

    Tarian adat dayak di uang kertas 2 ribuan

    21. Bagian depan uang kertas seribu tahun 1992 bergambar Danau Toba.

    Dayak sendiri adalah nama sebuah suku yang tinggal di daerah Kalimanta.

    Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik yang terletak di provinsi Sumatera Utara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut pulau Samosir.

    Danau Toba di Sumatera

    22. Tahun 1986, uang kertas lima ribuan hadir dengan gambar Menara Kudus.

    Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

    Menara Kudus terletak di kompleks Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah. Kaki dan badan menara dihiasi dengan ukiran tradisi Jawa-Hindu.

    Gambar Menara Kudus di lembar uang lima ribuan

    Selain itu, di sekeliling bangunan juga dihiasi dengan gambar-gambar masjid, manusia dengan unta, dan pohon kurma.

    Lembaran uang memang bisa menjadi media yang baik untuk mengenalkan keindahan khas Indonesia kepada seluruh masyarakat. Pasalnya, setiap hari uang akan selalu melewati masyarakat sehingga mereka bisa memahami bahwa Indonesia itu memang kaya budaya dan keindahan. Jadi, sayang sekali jika ada uang yang diperlakukan dengan tidak baik seperti dicorat coret atau bahkan rusak dan lusuh. Ada baiknya masyarakat tetap menjaga agar uang tetap licin dan rapi sehingga kita bisa mengenalkan beragam keindahan negara kita kepada orang lain dengan media yang mudah.

    Info terkait:

    • grafiti tulisan i love you
    • kumpulan meme iykwim
    • doodle anniversary simple
    • gambar maternal
    • doodle happy anniversary 1 month
    • cara melipat uang kertas menjadi gitar
    • kerangka kapal dari bambu
    • gambar homies
    • gambar gerobak sapi
    • grafiti persija di kertas