Model-model dengan fisik TAK SEMPURNA yang mendobrak standar KECANTIKAN!!

  • admin
  • 29/08/2014
  • Seseorang yang berprofesi sebagai model umumnya memiliki fisik nyaris sempurna, sebab sosoknya yang rupawan itulah yang dimanfaatkan untuk memperagakan atau mengiklankan suatu produk.
    Tetapi orang-orang yang memiliki kekurangan fisik pun tidak lantas mustahil menjadi seorang model.

    Para model berikut ini contohnya. Mereka berhasil mendobrak standar kecantikan konvensional dan sukses dalam dunia modelling meskipun dengan fisik tak sempurna, tidak seperti para supermodel jelita macam Miranda Kerr dan Cara Delevingne. Dan sosok ketujuh model ini dianggap mampu memberikan inspirasi sekaligus mengingatkan semua orang bahwa pada dasarnya setiap orang cantik dengan cara tersendiri.

    Berikut ini kami tampilkan beberapa sosok model inspiratif yang berhasil meraih kesuksesan meskipun dengan ketidaksempurnaan fisik mereka.

    Moffy

    Moffy adalah seorang supermodel. Tetapi dia berbeda dari supermodel kebanyakan. Jika Anda perhatikan foto di atas, gadis cantik dan jangkung ini memiliki bentuk mata yang tidak sempurna.
    Ya, Moffy memang bermata juling. Tetapi bukannya merasa rendah diri, Moffy justru sukses berkat keunikannya yang mendobrak standar kecantikan.

    Moffy memulai karirnya sebagai model sejak ia berpose untuk majalah POP. Kemudian saat fotonya sampai ke tangan Storm, agensi yang berjasa menjadikan Kate Moss model terkenal, mereka langsung terkesan dengan kecantikannya yang tidak biasa. Moffy pun langsung disodori kontrak dan sejak itu karirnya melambung.



    Chantelle Brown-Young

    Satu lagi wanita yang patut dijadikan contoh karena percaya diri meskipun memiliki fisik tak sempurna. Dialah Winnie Harlow, model yang terpilih menjadi kontestan America`s Next Top Model tahun 2014. Winnie yang memilih nama panggung Chantelle Brown-Young ini adalah penderita penyakit vitiligo di mana penyandangnya mengalami depigmentasi sehingga kulit jadi kehilangan warna aslinya.

    wawancaranya dengan America`s Next Top Model yang dikutip Huffington Post, Harlow berkata: “Saya ingin menjadi America Next Top Model karena itu adalah impian seumur hidup. Saya selalu dipandang sebelah mata dan saya ingin membuktikan bahwa seseorang dapat menggapai mimpinya meskipun memiliki kekurangan.” Harlow yang baru berusia 19 tahun memang sering diejek karena kondisi fisiknya itu. Di sekolah ia sering diganggu dan disebut `zebra` dan `sapi`. Namun hal itu tak membuatnya merasa minder. Ia justru bangga berlenggang di catwalk dengan tubuh semampai dan kulitnya yang berbeda.

    “Ini hanya kulit. Orang-orang memiliki kulit hitam atau coklat, tetapi saya memiliki keduanya,” kata Harlow dalam sebuah video di tahun 2011. Huffington Post Kanada melaporkan kalau baru-baru ini Harlow diundang ke sekolahnya saat SMA dulu untuk memberikan ceramah motivasi kepada para siswa. Ia menyampaikan kepada mereka yang mengalami diskriminasi seperti dirinya untuk berjuang dengan menerima diri mereka apa adanya. Ia menyatakan kesuksesan yang mulai ia reguk saat ini pun merupakan buah dari rasa terima kasihnya kepada Tuhan dan keberaniannya untuk mencintai diri sendiri. Sekarang ini Harlow dikontrak sebagai model untuk SHOWStudio dan melenggang di berbagai runway.

    Masha Tyelna

    Saat masih kecil barangkali mata Masha Tyelna yang berukuran sangat besar, berwarna biru pucat, menonjol, dan bersorot tajam itu sering diejek karena membuat penampilannya tampak seperti `alien`.

    Mata Masha itu membuatnya tampak seolah sedang melotot marah. Tetapi sekarang saat ia berprofesi sebagai model justru matanya yang tak biasa itulah yang menjadi ciri khas Masha.

    Gadis pirang dengan tinggi 180 cm asal kota Kharkiv, Ukraina ini menjadi bahan pembicaraan di dunia modelling sejak kemunculannya di runway-runway. Bisa dikatakan berkat keunikan matanya itu Masha bisa meraih kesuksesannya. Sejauh ini ia sudah pernah menjadi model untuk merek-merek terkenal seperti Dries van Noten, Givenchy, Yves Saint Laurent, Nina Ricci, dan Miu Miu.

    Rebekah Marine

    Perempuan ini memang bukan model pertama yang memiliki anggota tubuh tak lengkap. Tetapi sosoknya yang penuh kegigihan dan rasa percaya diri tetap menginspirasi banyak orang. Rebekah yang kini berusia 27 tahun merupakan model asal New Jersey lahir tanpa tangan kanan.
    Tangan kanan Rebekah hanya sampai ke batas lengan dan siku. Sementara bagian siku ke bawah tak ada.

    Perempuan cantik yang tingginya hanya sekitar 160 cm ini menekuni profesi modelling karena ia ingin mendobrak persepsi tentang kesempurnaan di industri modelling. Meskipun lebih sering tampil sebagai model katalog daripada model catwalk, Rebekah cukup dikenal di dunia modelling
    Saat ini ia berada dalam naungan Models of Diversity dan Visable People, dua agensi model yang mewakili para model dan aktor penyandang disabilitas. Di samping bekerja sebagai model, ia menghabiskan waktu luangnya untuk menjadi motivator.

    Shaun Ross

    Sahun Ross adalah seorang model profesional, penari, sekaligus, aktor keturunan Afrika asal Amerika Serikat. Shaun memiliki karakteristik fisik yang unik karena ia berparas layaknya orang keturunan Afrika tetapi memiliki kulit yang sangat putih karena albino. Namun berkat itulah Ross justru terkenal sebagai model albino pria pertama di dunia.

    Saat kecil Ross sering mengalami diskriminasi karena kondisi kulitnya itu. Dia sering diejek `Powder`,`Wite-Out`, atau `Casper` oleh teman-temannya. Menekuni tari dan akting selama lima tahun, Ross akhirnya mendapat perhatian setelah videonya diunggah di YouTube. Kemudian ia beralih ke modelling di usia 16 tahun. Kemudian ia muncul di Tyra Bank Show dan sejak itu meraih popularitas.

    Ross pernah dikontrak oleh merek-merek ternama seperti Alexander McQueen dan Givenchy serta tampil di majalah British GQ, Vogue Italia, iD Magazine, dan Paper Magazine.



    Diandra Forrest

    Diandra Forrest, model kelahiran Bronx, ini juga model kulit hitam albino asal Amerika Serikat, sama seperti Shaun Ross. Mereka bahkan sempat tampil bersama di beberapa acara pada awal karir sebagai model. Diandra dikenal karena memiliki kecantikan non-konvensional, dengan paras Afro-Amerika, kulit putih pucat, rambut pirang alami, dan mata hijau.

    Saat kecil ia juga sering mengalami diskriminasi dari teman-teman sekolahnya yang rata-rata orang kulit hitam. Karena trauma bullying orangtua Diandra kemudian memindahkannya ke sekolah lain. Diandra tumbuh menjadi gadis yang kurang percaya diri. Tetapi saat remaja mulai banyak orang yang terpesona karena kecantikan uniknya.

    Sampai suatu hari seorang fotografer muda, Shameer Khan menghentikannya saat sedang berjalan-jalan di kota dan berkomentar, “Kamu cantik. Kamu harus jadi model.” Diandra kemudian bergabung dengan Elite Model NY dan terus menuai kesuksesan berkat karakteristik fisik yang dulu justru menjadi bahan ejekan baginya.

    Sekarang Diandra sudah sering memperagakan busana untuk merek-merek terkenal seperti MAC dan Vivienne Westwood. Ia juga menjadi juru bicara untuk para penderita albino Afrika Timur, di mana orang-orang penderita albino sering mendapat perlakuan diskriminatif ekstrem.

    Info terkait:

    • Baju adriana
    • model sepeda hias
    • karnaval 17 agustus
    • model baju adriana
    • baju boy anak jalanan
    • model hot indo kaskus
    • mobil hias karnaval 17 agustus
    • model baju karnaval anak
    • tas adriana
    • baju adriana anak jalanan

    Leave a Reply