PAGPAG Makanan Asal Filipina Dari HASIL Daur Ulang SAMPAH MAKANAN

  • admin
  • 06/03/2018
  • Mengenal Pagpag, Makanan Olahan dari Sampah Kota Manila, Filipina. Yuk, Belajar Bersyukur dengan Menghabiskan Makananmu!

    Sebelumnya, pernah ga kita ga ngabisin makanan yang kita makan? Pernah atau jangan-jangan sering? Alasannya apa ? Tidak mood, malas makan dan lain sebagainya ? Coba deh simak ulasan kali ini dan ane harap agan bisa berhenti dari kebiasaan buruk itu.

    Tentunya menghabiskan makanan merupakan ajaran yang sudah sejak jaman dahulu diajarkan. Ada cerita yang mengatakan nasi bisa nangis jika tidak dihabiskan. Tentunya cerita karangan semacam ini ampuh untuk anak-anak yang memiliki kebiasan buruk mengenai makanan.

    Di Manila, Filipina, banyak rakyat miskin yang mengolah makanan yang dinamakan pagpag. Fakta tentang di bawah ini semoga bisa menjadi pemacu untuk kamu agar mensyukuri makanan dengan menghabiskannya. Simak yuk proses pembuatan PAGPAG.

    1. Pengumpulan daging/makanan bekas di tempat pembuangan sampah dimulai pukul 4 pagi. Sisa-sisa makanan tentunya baru sampai ke pembuangan sampah pada jam ini dimana para “kuli” pencari daging sisa ini sudah bersiap untuk mengumpulkan daging bekas.

    2. Bayaran yang diterima untuk para “kuli” hanya sebesar 6$ ( Sekitar 80ribu ) per minggunya. Tentunya bayaran tersebut baru akan diberikan jika semua bahan kumpulan sudah laku terjual. Untuk 1 bungkus daging buangan dihargai sekitar 50 sen atau sekitar 7-8ribu rupiah.

    3. Setelah dijual ke penadah ( biasanya sekaligus rangkap menjadi juru masak ) maka sang koki akan mencari bumbu masak lainnya dan siap untuk mendaur ulang makanan bekas tersebut.

    4. Tempat makan yang menjual pagpag buka sekitar jam 9 pagi. Untuk harga per mangkuknya hanya dihargai 20 sen atau sekitar 3000 rupiah.

    5. Biasanya yang menjadi pelanggan pagpag adalah para warga miskin yang hanya bekerja serabutan. Misalnya pemulung, pengemis, kurir antar barang, maupun pedagang-pedagang kecil yang tidak mampu membeli makanan.

    6. Penjual pagpag tidak hanya 1 orang saja, ada beberapa restoran yang menjual dan yang membedakan adalah kebersihan dalam pengolahan daging bekas tersebut.

    Kemiskinan mungkin sudah menjadi faktor utama kenapa sebagian dari masyarakat kota Manila, Filipina memilih menyantap pagpag. Dengan mengetahui fakta tentang pagpag, semoga agan/wati bisa lebih menghargai makanan dengan menghabiskannya yah!

    POTRAIT LAIN PAG PAGPortait lain pagpag