Planet-planet ASING diluar sistem TATA SURYA!!

  • admin
  • 01/02/2014

  • Brian Christensen mendokumentasikannya dalam beragam poster yang besar dan mengagumkan.


    Gambar sebuah eksoplanet, karya seorang seniman berukuran enam kali ukuran Bumi dan beredar di dekat bintang induknya dengan jarak yang setara 1/20 jarak antara Bumi dan Matahari. Bintang induk tersebut ditemani dua bintang bermasa rendah lainnya, yang berada di bagian foto latar.


    Ini merupakan gambar sebuah eksoplanet seukuran planet Jupiter, karya seorang seniman, yang begitu dekat dengan bintang induknya sehingga planet ini membutuhkan waktu 10,5 jam untuk mengorbit. Planet tersebut hanya berjarak 750 ribu mil (setara 1,2 juta km) dari bintang induknya, atau 1/30 jarak antara Bumi dan Matahari. Gambar ilustrasi ini menyajikan pemandangan spekulatif seperti apa penampilan planet Jupiter yang membara. Planet ini mungkin memiliki medan magnet yang sangat kuat yang mampu menarik partikel-partikel dari bintang induk untuk menciptalan cincin aurora yang bersinar di sekitar kedua kutub magnet dari eksoplanet ini


    Gambar konsep ini menunjukkan pemandangan sebuah planet seukuran Saturnus yang mengelilingi 79 Ceti.


    Gambar yang satu ini menunjukkan sebuah dunia yang panas, berbatu, dan aktif secara geologis di bawah pancaran sinar merah dari bintang induk yang ada di dekatnya, Planet kerdil M Gliese 876. Suhu panas dan cahaya kemerah-merahan merupakan beberapa hal yang pasti mengenai planet ini. Tergantung pada ketebalan dan komposisi atmosfer, planet ini akan tampak seperti bola batu berkawah yang tandus seperti Merkurius atau Bulan, atau bola yang diselimuti awan tanpa penampilan yang istimewa seperti Venus.


    Teleskop Antariksa Spitzer (Spitzer Space Telescope) milik NASA mengamati sebuah sistem tata surya baru seperti yang ada dalam gambar ini. Sistem tata surya tersebut memiliki cukup uap air untuk mengisi samudra di Bumi sebanyak lima kali. Uap air awalnya berbentuk es di dalam kepompong awan yang mengelilingi embrio bintang (terbenam di tengah gambar). Materi penyusun kepompong jatuh menuju pusat awan ke cakram pra-planet yang berdebu dan mengelilingi embrio bintang (awan berbentuk donat) dan menguap. Pada akhirnya, air kemungkinan akan berkembang menjadi planet.


    Gambar ini menunjukkan sebuah cakram yang membentuk sebuah planet ber-es dan berada di dekat bintang muda bernama TW Hydrae, yang terletak sekitar 175 tahun cahaya di rasi bintang Hydra. Para ahli perbintangan yang menggunakan Observatorium Antariksa Herschel (Herschel Space Observatory) mendeteksi uap air dingin dalam jumlah besar, diilustrasikan dengan warna biru, berasal dari cakram debu dan gas pembentuk planet. Uap air tersebut, yang kemungkinan berasa dari partikel-partikel ber-es di dalam cakram, terletak di wilayah luar sistem bintang, tempat terbentuknya komet.


    Sebuah gambar yang diambil menggunakan Teleskop Antariksa Hubble (Hubble Space Telescope) menunjukkan galaksi spiral M51, yang dikenal dengan nama Whirlpool Galaxy (Galaksi Pusaran Air). Lengan berliku M51 yang indah sebenarnya merupakan rentetan memanjang dari bintang-bintang dan gas yang bercampur debu. Saat pertama kali memandangnya, tampak sebuah galaksi yang lebih kecil di bagian kanan atas yang menarik-narik salah satu lengan M51. Gambar jelas yang diambil Hubble ini menunjukkan galaksi yang lebih kecil bergerak di belakang Galaksi Pusaran Air.


    Gambar ini menunjukkan HAT-P-1, salah satu planet terbesar dan terpadat yang pernah ditemukan oleh para ahli perbintangan di luar sistem tata surya kita. HAT-P-1 mengorbiti salah satu pasang bintang di rasi bintang Lacerta, yang berjarak sekitar 450 tahun cahaya dari Bumi.


    Dalam gambar ini yang dirilis oleh NASA, sebuah cincin debu, berwarna merah, mengelilingi bintang Fomalhaut, yang terletak di bagian tengah gambar. Bintang tersebut tidak terlihat oleh mata manusia dalam gambar ini. Teleskop Hubble menemukan gambar remang-remang planet Fomalhaut b, yang tidak lebih dari sebuah titik berwarna putih di bagian kanan bawah cincin debu.


    Gambar yang berasal dari NASA ini, menunjukkan Kepler-11, bintang yang menyerupai matahari dengan enam planet yang mengorbitinya.


    Wilayah luar angkasa yang bertabur bintang mengisi pemandangan di balik planet gas raksasa di inti dari gugusan bintang M4, seperti yang ditunjukkan dalam gambar ini. Planet berusia 13 miliar tahun ini mengelilingi sebuah bintang kerdil berwarna putih yang tersusun dari unsur helium dan bintang B1620-26, yang terletak di bagian kiri bawah.


    Gambar ini menunjukkan sebuah planet (kanan) mengelilingi bintang Alpha Centauri B (tengah) yang merupakan sistem tiga bintang terdekat dengan bumi.


    Gambar yang berasal dari NASA ini menunjukkan Kepler-22b, planet yang diketahui mengorbit di zona bintang seperti matahari yang dapat dihuni. Ini merupakan planet pertama yang dikonfirmasikan oleh misi Kepler NASA mengorbit di wilayah sekitar bintang tempat air, syarat kehidupan di Bumi, dapat bertahan.


    Sebuah gambar artistik menunjukkan matahari terbenam di planet super Bumi Gliese 667 Cc, planet yang mengorbiti bintang kerdil berwarna merah di zona yang dapat dihuni. Dua titik bercahaya di atas langit merupakan dua bintang yang menjadi bagian dari sistem tiga bintang ini.

    Info terkait:

    • raya kitty vs indri barbie
    • contoh lukisan pemandangan yang mudah ditiru
    • doodle nama pacar
    • gambar sepeda hias
    • contoh gambar ilustrasi
    • doodle yang mudah ditiru
    • gambar ilustrasi pemandangan
    • sketsa pemandangan yang mudah digambar
    • ##########################
    • contoh poster yang mudah digambar

    Leave a Reply