[SUMPAH PEMUDA] Mengenal para PELOPOR orang INDONESIA!!

  • admin
  • 28/10/2013
  • Kini aku masih muda dan bebas dalam berimajinasi
    Mimpiku ingin mengubah dunia
    Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku

    Aku dapati bahwa
    Dunia kini telah banyak berubah
    Maka cita-citaku akan ku persempit
    Lalu aku putuskan untuk hanya mengubah negeriku

    Namun tampaknya
    Hasrat itu pun belum ada hasilnya
    Ketika usiaku semakin senja dengan semangatku yang tersisa
    Lalu aku putuskan untuk mengubah orang yang paling dekat denganku

    Akan tetapi, mereka belum berubah
    Dan kini, sementara aku melamun
    Tiba-tiba aku sadari

    Andaikan yang pertama-tama ku ubah adalah diriku
    Maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan
    Mungkin aku bisa mengubah orang-orang yang terdekat denganku
    Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
    Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku
    Kemudian siapa tahu
    Aku bahkan bisa mengubah dunia

    SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA

    Bangsa Indonesia yang jadi pelopor, perintis atau orang yang pertama dalam pencapaian tertinggi di bidangnya masing-masing adalah orang terdepan dalam suatu komunitas atau bangsa yang mempunyai kemampuan dan keberanian yang lebih dibanding individu-individu lainnya.

    Mereka adalah motor dari suatu perubahan yang membawa suatu komunitas atau bangsa menuju suatu situasi dan kondisi baru yang berbeda dari yang sebelumnya. Suatu komunitas atau bangsa sangat membutuhkan para pelopor dan perintis. Tanpa peran pelopor atau perintis suatu komunitas atau bangsa akan statis dan tidak bergerak maju kedepan.

    Para pelopor dan perintis adalah individu-individu istimewa yang memberi inspirasi dan motivasi pada masyarakat. Peran dan pengorbanan mereka sangat layak untuk diapresiasi, dikenang dan dijadikan teladan.

    Azyumardi Azra:

    Gelar ir adalah gelar prestisius yang identik dengan gelar kebangsawanan di Inggris. Tidak sembarang orang di luar negara persemakmuran Inggris dapat di beri gelar ir oleh kerajaan Inggris. Namun ternyata ada juga orang Indonesia yang diberi gelar ir , yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra. Mantan rektor sebuah Universitas swasta di Jakarta ini menerima penghargaan dari Ratu Elizabeth II sebagai he Commander of The order of The British Empire atau cbe award alias panglima kerajaan Inggris.

    Penghargaan diberikan karena Azyumardi dinilai berjasa dalam memberikan kontribusi penting dalam membangun hubungan baik antar agama di tingkat internasional, khususnya antara Indonesia dan Inggris. Dengan gelar tersebut, maka ia berhak menyandang gelar ir pertama di Indonesia.

    Anggun Cipta Sasmi:

    Anggun merupakan penyanyi Indonesia pertama yang berhasil menembus industri musik internasional dan album-albumnya telah meraih penghargaan gold dan platinum di beberapa negara Eropa. Dengan menggabungkan seluruh albumnya di Indonesia dan di luar negeri, Anggun telah menjual sekitar 10 juta kopi rekaman.

    Beberapa penghargaan telah diraih Anggun atas pencapaiannya, termasuk di antaranya anugerah prestisius “Chevalier des Arts et Lettres” dari pemerintah Perancis. Anggun juga telah dua kali didaulat menjadi duta global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu untuk program Mikrokredit pada tahun 2005 dan Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009

    Alexandra Asmasoebrata:

    Bertepatan hari Kartini, 21 April 2007, Andra menerima penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) yang diberikan karena prestasinya sebagai pembalap perempuan pertama Indonesia. Di kancah internasional-pun Andra tercatat sebagai pembalap wanita pertama di Asia. Bahkan dia pun berhasil menempati pole position pada kejuaraan Seri terakhir 7 dan 8 Formula Campus di Goldenport Motorpark Circuit, Beijing China pada Oktober 2005 dan dalam ajang Formula Kampus di China pada September 2005.

    Abdul Rivai:

    Perintis Pers Indonesia, orang Indonesia pertama yang menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu dari Eropa. Pada tahun 1900 Rivai memprakarsai surat kabar Pewarta Wolanda. Kendati terbit dari Amsterdam, Pewarta Wolanda hadir dalam bahasa Melayu. Selain mengurusi Pewarta Wolanda, Rivai sering mengirimkan tulisannya ke berbagai media massa yang terbit di Belanda maupun Hindia. Berkat ketajaman tulisannya, Rivai lebih dikenal sebagai seorang wartawan dibanding dokter. Bersama Henri Constant Claude Clockener Brousson, Rivai menerbitkan Bendera Wolanda pada 15 April 1901. Juga bersama Brousson, ia mendirikan usaha penerbitan Bintang Hindia pada Juli 1902.

    Bintang Hindia dengan warna nasionalismenya beranjak redup saat Rivai mengundurkan diri pada tahun 1907, hingga akhirnya pada tahun 1910 media yang pernah menggebrak dunia pers Belanda dan Hindia itu berakhir. Ia juga membantu di Bintang Hinen West dan Alegemeen Handelsblad di Amsterdam. Sewaktu mengadakan perjalanan ke berbagai negara di Eropa dan Amerika pada kurun 1919-1921, ia mengirimkan karangannya ke berbagai surat kabar di Indonesia.

    Chairil Anwar:

    Pelopor Angkatan `45 dan puisi modern Indonesia. Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastra setelah pemuatan tulisannya di Majalah Nisan pada tahun 1942, saat itu ia baru berusia 20 tahun. Hampir semua puisi-puisi yang ia tulis merujuk pada kematian. Namun saat pertama kali mengirimkan puisi-puisinya di majalah Pandji Pustaka untuk dimuat, banyak yang ditolak karena dianggap terlalu individualistis dan tidak sesuai dengan semangat Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.

    Ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta, Chairil jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945

    Cut Nyak Dhien:

    Panglima Perang wanita pertama. Cut Nyak Dien memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Pasukan ini terus bertempur sampai kehancurannya pada tahun 1901 karena tentara Belanda sudah terbiasa berperang di medan daerah Aceh. Selain itu, Cut Nyak Dien sudah semakin tua. Matanya sudah mulai rabun, dan ia terkena penyakit encok dan juga jumlah pasukannya terus berkurang, serta sulit memperoleh makanan. Hal ini membuat iba para pasukan-pasukannya.

    Cut Nyak Dien, setelah tertangkap oleh pihak Belanda
    Anak buah Cut Nyak Dhien yang bernama Pang Laot melaporkan lokasi markasnya kepada Belanda karena iba. Akibatnya, Belanda menyerang markas Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Mereka terkejut dan bertempur mati-matian. Dhien berusaha mengambil rencong dan mencoba untuk melawan musuh. Sayangnya, aksi Dhien berhasil dihentikan oleh Belanda. Cut Nyak Dhien ditangkap, sementara Cut Gambang berhasil melarikan diri ke hutan dan meneruskan perlawanan yang sudah dilakukan oleh ayah dan ibunya

    FATMAWATI:

    Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama. Fatmawati yang bernama asli Fatimah (lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun) adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

    Jeanne Mandagi:

    Polisi Wanita Indonesia pertama yang jadi Perwira Tinggi.

    Maria Ulfah Santoso:

    Wanita pertama yang jadi Menteri Indonesia. Mrs. Hj. RA Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo (lahir di Serang, Banten, 18 Agustus 1911 meninggal di Jakarta, 15 April 1988 pada umur 76 tahun) atau dahulu dikenal sebagai Maria Ulfah Santoso adalah salah satu mantan Menteri Sosial pada Kabinet Sjahrir II. Nama Santoso diambil dari nama suami pertama dan nama Soebadio Sastrosatomo diambil dari nama suami kedua setelah suami pertama meninggal dunia.

    Megawati:

    Dyah Permata Megawati Setyawati Sukarnoputri atau umumnya lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri atau biasa disapa dengan panggilan “Mbak Mega” (lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947; umur 66 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan anak dari presiden Indonesia pertama, Soekarno, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Pada 20 September 2004, ia kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2004 putaran yang kedua.

    Mohammad Hatta:

    Dr. Drs. H. Mohammad Hatta adalah wakil presiden pertama di indonesia, Ia bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

    Mohammad Yamin:

    Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H. (lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903 meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun) adalah sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus “pencipta imaji keindonesiaan” yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.

    Soekarno:

    Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 966.[6] Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

    Sri Mulyani:

    Orang Indonesia pertama yang jadi Direktur di Bank Dunia.

    Tan Malaka:

    Pendiri Republik Indonesia, Tokoh pertama yang menyusun konsep Negara Indonesia.

    Next pelopor:
    Jadilah pelopor pertama yang membuat sebuah perubahan agar bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan oleh karena itu hanya pelopor yang selalu di kenang dalam sejarah.

    When wealth is lost, nothing is lost; when health is lost, something is lost; but when character is lost, everything is lost. Temukan dan bangunlah jati dirimu, karena karakter yang kamu punya adalah modal penting untuk melakukan perubahan.

    Siapa tau you’re the next pelopor INDONESIA!

    Info terkait:

    • mengonversi teks berita menjadi puisi
    • mengubah pantun menjadi puisi
    • tokoh perintis geguritan
    • mengubah cerpen menjadi puisi
    • doodle anggun
    • Nama nama komunitas luar negeri
    • cara menjahit bendera
    • nama komunitas luar negeri
    • mengonversi teks ulasan film menjadi puisi
    • nama nama komunitas luar negri

    Leave a Reply