TOP 4 perbedaan tragedi AIR ASIA QZ8501 dengan MH370!!

  • admin
  • 30/12/2014
  • Sebuah pesawat menghilang di perairan Asia Tenggara. Tidak ada sinyal darurat, tidak ada puing, hanya ada air dan sejumlah pertanyaan. Sekilas, tragedi QZ8501 mirip MH370.

    Melihat deretan fakta tersebut, hilangnya pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 mirip dengan Malaysia Airlines MH370, yang keberadaannya masih misterius sejak 10 bulan lalu.

    Namun, sejumlah pakar menyebutkan adanya sejumlah perbedaan dari kedua tragedi tersebut. Berikut empat perbedaan seperti diwartakan CNN, Senin (29/12/2014).

    1. QZ8501 tidak mengandung intrik.

    Saat MH370 menghilang, transponder sepertinya dimatikan secara sengaja, pilotnya berhenti melakukan transmisi radio dan pesawat melakukan manuver berbelok secara misterius. MH370 kemudian terbang selama berjam-jam dan akhirnya lenyap.

    Kekhawatiran adanya pembajakan dan terorisme menyeruak dari kasus MH370, namun sejauh ini tidak muncul dalam AirAsia QZ8501.

    “Dalam kasus AirAsia, menara pengawas berkomunikasi secara normal dengan pilot, yang mengaku sedang berada di tengah cuaca buruk. Sang pilot meminta naik ketinggian untuk menghindarinya,” ujar Peter Goelz, pakar penerbangan dan mantan petugas Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat

    2. Perairan tempat diduga hilangnya QZ8501 relatif dangkal dan merupakan jalur perdagangan, sehingga puing mudah ditemukan.

    Area dimana MH370 diyakini hilang adalah perairan dalam dan juga misterius, karena beberapa bagian di dasar lautnya belum pernah dipetakan. Usaha melacak alat pemancar MH370 sangat sulit dan hingga kini masih terus dicari.

    Dalam kasus AirAsia, jika seandainya QZ8501 jatuh ke air, puingnya akan berada di dasar laut dengan kedalaman beberapa ratus meter saja. Pencarian dan penarikan badan pesawat QZ8501 diyakini lebih mudah dari MH370.

    3. Maskapai dan pemerintah terkait telah belajar banyak dari MH370.

    Beberapa jam setelah MH370 lenyap pada Maret lalu, semua orang kebingungan. Otoritas Malaysia kerap memberikan informasi yang membingungkan dan kontradiktif. Keluarga penumpang dan kru mengeluhkan hal tersebut.

    Sementara dalam kasus AirAsia, pemerintah dan maskapai lebih kooperatif dan bekerja lebih efisien. CEO AirAsia Tony Fernandes menuliskan dalam Twitter bahwa prioritas utamanya adalah mencari penumpang dan kru QZ8501 dengan segala cara.

    Pencarian QZ8501 juga dimulai jauh lebih cepat dari MH370. Otoritas Indonesia dengan cepat membuat rencana pencarian, melancarkan deretan kapal dari angkatan laut dan menerima bantuan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Australia.

    “Apa yang dilakukan Fernandes adalah sesuatu yang tidak dilakukan Malaysia Airlines di jam-jam awal MH370 menghilang,” kata Will Ripley dari CNN.

    “Dalam kasus ini, sepertinya maskapai AirAsia dan otoritas Indonesia bekerja lebih sinkron dan harmonis, dan mereka juga mendahulukan kepentingan keluarga penumpang,” ungkap Goelz.

    4. Hampir dapat dipastikan pencarian tidak akan memakan waktu hingga 10 bulan atau lebih.

    Mantan kepala Badan Penerbangan Federal AS Steven Wallace mengatakan QZ8501 akan lebih mudah ditemukan ketimbang MH370. Hal ini karena otoritas Indonesia telah menentukan koordinat terakhir dimana QZ8501 kehilangan kontak, yakni di perairan dangkal dalam lingkup area yang tak terlampau luas.

    “Seperti sangat tidak mungkin pencariannya akan memakan banyak waktu seperti Malaysia 370,” sebut Wallace.

    “Saya tidak akan terkejut jika pesawat ini nantinya ditemukan dalam beberapa hari ke depan, karena tim pencari tahu dimana titik jatuhnya, kedalaman air juga hanya 150 kaki, berbeda dengan Samudera India yang memiliki kedalaman 10 ribu hingga 20 ribu kaki,” tambah dia.

    AirAsia QZ8501 kehilangan kontak di sekitar Belitung dan Kalimantan dalam perjalanan dari Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menuju Bandara Changi, Singapura, Minggu kemarin, sekitar pukul 06.17 WIB.

    Pesawat buatan 2008 ini membawa 155 penumpang, tujuh di antaranya warga negara asing dan tujuh kru. Saat ini tim gabungan yang dipimpin Basarnas masih mencari jejak QZ8501 di perairan Bangka Belitung dan Kalimantan.

    Info terkait:

    • dp bbm tragedi mina
    • contoh kalimat dengan kata tragedi
    • teks eksemplum tragedi di rumahku
    • tragedi di rumahku
    • teks tragedi di rumahku
    • teks report pesawat
    • buatlah kalimat dengan kata kata tragedi
    • sampit disturbing picture
    • ringkasan teks eksemplum tragedi di rumahku
    • ringkasan teks tragedi di rumahlu

    Leave a Reply