TOP 6 atlet INDONESIA yang meraih BANYAK penghargaan di dunia!!

  • admin
  • 14/12/2015
  • 1. I Gede Siman Sudartawa

    Urutan pertama diraih oleh Atlet yang masih duduk dibangku SMA, I Gede Siman Sudartawa. Ia adalah seorang perenang yang masih belia kelahiran 8 September 1994. SEA Games XXVI yang digelar di Palembang dan Jakarta tahun 2011 menjadi debut SEA Games untuk Siman. Baru melakoni debutnya tersebut ia sudah memberikan prestasi yang menjanjikan bagi Indonesia.

    Bagaimana tidak, dalam ajang SEA Games XXVI Palembang dia telah meraih empat medali emas bagi Indonesia merebut emas pada nomor 50, 100, dan 200 meter gaya punggung, serta nomor 4100 meter estafet gaya ganti beregu putra.

    Turun di nomor 100 meter gaya punggung putra, ia juga bahkan membuat rekor baru SEA Games. Tepatnya di Aquatic Centre di Jakabaring Sport Centre (JSC), Selasa (15/11/2011), Siman mencatatkan waktu 55,59 detik di nomor yang ia ikuti. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dibuat Lim Keng Lian pada tahun 2001, yakni 56,16 detik.

    Berkat prestasi tersebut, atlet renang asal Provinsi Bali ini mendapat bonus Rp 800 juta dari Pemerintah Republik Indonesia. Anak SMA yang berpostur tubuh 175 cm dan berat badan 65 kg ini, sebelumnya juga telah menyabet emas pada Porprov Bali 2009. Menjadi seorang atlet memang menjadi harapan bagi semua orang, I Gede Siman Sudartawa menjadi salah satu atlet muda yang paling bersinar di SEA Games 2011, dengan itu ia membuat target 16 besar pada Olimpiade London 2012 dan ia juga bersiap menyelesaikan pendidikan SMA yang ditekuni lewat homeschooling.

    2. Triyaningsih

    Yeah, ia menempati urutan kedua dan merupakan satu-satunya atlet wanita yang masuk enam besar dalam versiku. Tubuhnya mungil, tingginya hanya 146 centimeter, beratnya tak lebih dari 37 kilogram, namun saat berlari ia melesat seperti angin. Itulah Triyaningsih, pelari jarak jauh Indonesia.
    Ia baru saja menyabet tiga emas cabang atletik pada SEA Games 2011 di Jakabaring Palembang. Pelari kelahiran Semarang, 15 Mei 1987 ini menyabet Tiga medali emas yang diperolehnya dari nomor lari putri 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton (42,195 meter). Pada nomor maraton catatan waktu Triyaningsih adalah dua jam 45 menit 35 detik.

    Pada saat wawancara sebelum tanding pada nomor Maraton Triyaningsih sempat berkata Jangan bilang-bilang kakiku sakit, nanti tidak boleh tanding. Boleh disiarkan tapi setelah aku tanding padahal pada nomor ini belum pernah ia ambil sebelumnya. Akibatbatnya ia langsung dibawa ambulans dengan kaki kanan terbalut perban. Bahkan saat pengalungan medali emas dilakukan, terpaksa ia diwakilkan.

    Prestasi sebelumnya, Pada perhelatan Greatest Race on Earth Nairobi akhir Oktober 2009 silam, ia menyabet posisi runner up dengan catatan waktu dua jam 43 menit 35 detik. Sedangkan di Asian Games 2010 di Guangzhou, China, catatan waktu nomor maraton Triyaningsih menembus 2 jam 31 menit.

    Atlet yang berkuliah di STIE Salatiga ini memang memiliki persiapan yang matang sebelum SEA Games dengan latihan lari 210 km per minggu, atau minimal dalam satu hari berlari dengan jarak 30 km. Soal pola makan, Triyaningsih mengaku mengkonsumsi ikan dan makan beras merah saja. Setelah SEA Games 2011, Triyaningsih berambisi tampil di Olimpiade untuk kali pertama.

    3. Franklin Ramses Burumi

    Si tangguh dan lain dari yang lain, Franklin Ramses Burumi. Putra kelahiran Serui, Papua, 14 Mei 1991 ini adalah sprinter Indonesia terbaru. Putra asli Papua tersebut sukses mempersembahkan tiga emas bagi Indonesia dari nomor 100 meter, 200 meter dan 4100 meter estafet putra.

    Awalnya ia tidak terlalu diidolakan untuk menjadi yang terbaik tapi ketika Suryo Agung tak lagi mau masuk pelatnas, maka mahasiswa Universita Malang itu pun menjadi solusi bagi PB-PASI. Di luar dugaan, dia membuktikan diri bahwa prestasi dapat dia raih jika ada usaha dan kerja keras, walaupun ia sempat terjerumus kedalam dunia malam. Dia pun sukses menyumbangkan tiga mendali emas untuk Indonesia tercinta. Franklin juga pernah mencatatkan rekor pribadinya di Jatim Open, Januari lalu. Dia turun di nomor 100m dengan catatan waktu 10.33 detik. Saat SEA Games, dia mencatatkan waktu 10.37 detik.

    4. Eka Octarorianus

    Inilah the First Winner, Eka Octarorianus. Menjadi pendayung karena faktor alam. Demikian diungkapkan oleh Eka Octarorianus, pemuda asal Riau, yang berhasil mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia di SEA Games XXVI Palembang, yang digelar di Situ Cipule, Karawang Timur, Jawa Barat.

    Atlet dayung, Eka Octarorianus berhasil memberikan emas yang pertama untuk Indonesia pada SEA Games 2011. Ia mencapai peringkat pertama pada lomba Kano Putra nomor 1000 C1 dengan catatan waktu 4 menit 16 detik, kemudian Eka yang berduet dengan Anwar Tarra di nomor 1000 C2, juga telah meraih emas kedua untuk Indonesia. Mereka masuk finis dengan catatan waktu 4 menit dan 44 sekon.

    Eka, anak orang miskin kelahiran Lubuk Terentang, Kecamatan Gunung Toar, Riau 25 Oktober 1989 ini, menyatakan kaget sekaligus bangga bisa meraih medali emas pertama bagi kontingen tuan rumah Indonesia. Dan 30 menit kemudian ia menjadi peraih medali emas keduax bersama temannya, Anwar Tarra bagi kontingen Indonesia.

    5. Prima Simpatiaji

    Di luar ia hanyalah pegawai kantoran tapi di lapangan Tenis ia adalah pahlawan bangsa itulah Prima Simpatiaji. Atlet kelahiran Tegal, 16 Oktober 1981 ini adalah petenis putra Indonesia, yang juga pernah memperkuat tim tenis Indonesia di arena Sea Games maupun Piala Davis. Petenis ini mempunyai servis as yang keras dan bertinggi tubuh 183 cm.

    Pria bernama lengkap Prima Simpati Aji adalah seorang warga tegal sebelum berkecimpung di dunia tenis sebelumnya dia adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tegal.

    Pria asal tegal lahir pada 16 oktober 1981 ini merasa tidak betah di lingkungan pemerintah mengingat aktivitas yang harus menuntut dia mondar mandir ke jakarta. Karena kesibukan yang sangat padat itu ia memutuskan untuk keluar dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Tegal dan berkonsentrasi di dunia Tenis.

    Petenis yang kini menduduki ranking enam nasional ini berhasil meraih 3 medali emas dalam cabang olahraga soft tenis. Ketiganya adalah pada partai beregu putra, tunggal putra dan ganda putra, dengan menundukan petenis Laos, Filipina dan Thailand. Untuk kemenangan ini, Prima berhasil mendapatkan bonus sebesar Rp 600 juta dari pemerintah.

    Sebelumnya, Prima Simpati Aji juga pernah meraih emas pada ajang kompetisi yang serupa yaitu pada gelaran SEA Games 2003 dan SEA Games 2005 pada cabang yang sama.

    6. Agus Prayogo

    Sprinter jangkung yang berparu-paru dua, Agus Prayogo. Ia adalah sprinter yang meraih dua medali emas pada SEA Games 2011, yaitu pada nomor 5,000 meter putra dan 10,000 meter putra. Agus mencatat waktu tercepat 14 menit 10,01 detik pada nomor 10,000 meter putra yang dilaksanakana di Stadion Atletik Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang.
    Sebenarnya personel TNI yang sejak 2008 bertugas di Secapa TNI-AD di Bandung ini ingin memecahkan rekor SEA Games, tetapi sulit. Ini bukan catatan terbaiknya, waktu terbaik Agus adalah 14:02 (yang dihasilkan dalam World Military Games di Brazil) dan dia juga yang memecahkan rekor nasional pada Asian Games di Guangzhou tahun lalu.

    Pelari kelahiran Kota Magelang, Jateng, yang dalam pertandingan terus berlari stabil tak kenal henti bagaikan manusia berparu-paru dua tersebut, pada nomor lari 5.000 meter memiliki catatan waktu terbaik yaitu 14,04 menit dicapai saat tampil pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, 2010.

    Info terkait:

    • Doodle putra
    • unsur intrinsik cerpen meraih impian
    • mengonversi cerpen meraih impian menjadi dialog
    • contoh pertanyaan wawancara dengan atlet
    • grafiti eka
    • doodle art name putra
    • grafity nama Eka
    • kata kata sindiran bahasa palembang
    • anak kecil toketnya gede
    • gravity nama Eka