TOP 6 kecelakaan pesawat yang DISENGAJA oleh pilotnya!!

  • admin
  • 29/03/2015
  • Tanggung jawab Pilot sangat besar, mereka dituntut untuk mengatarkan penumpang sampai ke tujuan dengan selamat, namun apa jadinya jika seorang pilot menjatuhkan pesawatnya dengan sengaja ?
    simak kisahnya gan… 

    1. Mozambique Airlines

    Mozambique Airlines (LAM) penerbangan TM 470 yang terbang dari Maputo ke Luanda jatuh di timur laut Namibia pada 29 November 2013. 133 Orang yang ada dalam pesawat itu tewas seketika.
    Mozambique Airlines yang celaka itu berjenis Embraer 190. Investigator kecelakaan menyimpulkan bahwa ada ‘niat jelas’ dari kapten pilot untuk membuat pesawat celaka. Para investigator mengatakan bahwa dari Flight Data Recorder (FDR), menunjukkan pesawat itu jatuh saat Kapten Pilot Herminio dos Santos Fernandes memanipulasi sistem autopilot dengan cara ‘menunjukkan tujuan yang jelas’ untuk menurunkan pesawat.

    2. Egypt Air

    Pada 31 Oktober 1999, Egypt Air penerbangan 990 rute New York – Kairo jatuh di Samudera Atlantik setelah lepas landas. 217 Penumpang dan kru tewas dalam pesawat Boeing 767.

    Analisa kotak hitam menunjukkan bahwa pilotlah yang menyebabkan kecelakaan itu karena ada suara pilot sesaat sebelum pesawat itu celaka, “Saya baru saja mengambil keputusan. Saya serahkan takdir saya di tangan Tuhan”.

    Pilot itu diduga memiliki motif dendam karena di dalam pesawat itu, ada kepala pilot EgyptAir untuk Boeing 767 yang mengatakan pada pilot karena perilaku penyimpangan seksual, sang pilot tak diizinkan lagi membawa pesawat melintasi Atlantik. Padahal penerbangan tersebut mendatangkan pendapatan ekstra untuk sang pilot.

    Kepala Pilot Boeing 767 itu diketahui duduk di first class dan meninggalkan tempat duduknya, kemudian masuk ke kokpit. Setelah kepala pilot itu keluar kokpit, maka pilot langsung mengusir kopilotnya keluar dari kursi dan mengeluarkan kata-kata di atas sambil mematikan autopilot dan menjatuhkan pesawat meski sudah dicegah oleh kopilot.

    3. Silk Air

    Maskapai penerbangan Singapura, Silk Air bernomor penerbangan 185 jatuh ke Sungai Musi, Sumatera Selatan pada 19 Desember 1997 itu. 104 Penumpang dan kru tewas dalam pesawat Boeing 737-36N.

    Investigator kecelakaan pesawat dari AS mengatakan bahwa kapten pilot kemungkinan menjatuhkan pesawat dengan sengaja.

    Media melaporkan bahwa kapten pilot memiliki masalah, yakni melanggar disiplin dan diturunkan pangkatnya, juga terjerat utang. Kapten pilot diketahui telah memutus saluran elektronik ke kotak hitam untuk menutupi tindakannya.

    Ada kontroversi penyelidikan saat itu, di mana investigasi digawangi oleh dua negara, yakni National Transportation Safety Board (NTSB), KNKT AS dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia sendiri. NTSB menyimpulkan bahwa pilot sengaja menjatuhkan pesawat karena data FDR tidak terekam dan diduga dimatikan dengan sengaja oleh sang pilot.

    Sedangkan KNKT di bawah pakar penerbangan Oetarjo Diran tidak dapat menyimpulkan kecelakaan itu karena bukti-bukti yang kurang. Namun tulisan almarhum Prof Oetarjo Diran, mantan ketua KNKT, yang berjudul SilkAir 185: The Untold Story yang dimuat di http://www.aerospaceitb.org/?p=395, memuat cerita lain soal penyebab kecelakaan. Diran yang terlibat dalam investigasi menilai kecelakaan itu ada kaitannya dengan kondisi pesawat Boeing 737-300 itu, dia tak menyebut sama sekali tentang indikasi bunuh diri.

    “B737 mengalami kegagalan rudder PCU yang mengakibatkan terkuncinya rudder (rudder lock), sehingga pesawat masuk dalam terjun bebas dengan trajektori spiral sampai menabrak perairan Musi,” kata Prof Diran dalam tulisannya yang dimuat di laman Aerospaceitb pada 9 Agustus 2011 dan dikutip detikcom, Kamis (27/3/2014).

    Berikut sepenggal tulisan Oetarjo Diran:

    Pertanyaan yang juga penting apakah pihak NTSB sengaja menutup-nutupi kegagalan rudder PCU tersebut agar masyarakat tidak menuntut Boeing?

    Ini mungkin karena sikap bisnis orang Amerika: “Don’t offer information if not asked. And if asked, tell the truth but not the whole”. Apapun alasan untuk tidak mengakui adanya track record yang tidak baik yang mengakibatkan puluhan awak penumpang tewas sangat membahayakan transportasi. Pada saat kejadian, kurang lebih empat ribu pesawat tipe B737 terbang dan sekitar tiap 2 – 4 menit ada satu pergerakan pesawat di seluruh dunia. Catat pula bahwa pesawat Silkair yang nahas itu baru 12 bulan beroperasi. Bisakah terjadi salah desain, atau kesalahan manufaktur?

    By the way, KNKT memeriksa catatan PCU unit sampai ke Parker-Hannifin manufacturing plant dan menemukan bahwa PCU Unit tersebut ternyata tidak lulus cek kualitas meskipun sudah diperbaiki sebelum dipasang di pesawat nahas tadi. Greed or bad ethics? I will not judge.

    That is the untold story .

    4. Royal Air Maroc

    Pesawat Royal Air Maroc penerbangan 630 celaka di atas Pegunungan Atlas setelah lepas landas dari Agadir, Maroko pada 21 Agustus 1994 lalu. Pesawat itu hendak menuju Casablanca-Maroko. 44 Penumpang dan kru tewas dalam pesawat berjenis ATR 42 turboprop.

    Kapten pilot mematikan autopilot saat ketinggian jelajah 4.600 meter, yang kemudian diarahkan ke Pegunungan Atlas, 10 menit setelah lepas landas. Satu penjelasan untuk tindakannya adalah ‘pertengkaran kekasih’ dengan kopilot wanita, berdasarkan kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR). Namun investigator menolak untuk mengkonfirmasi hal ini.

     5. Japan Airlines

    Pada 9 Februari 1982, pesawat DC-8 milik Japan Airlines penerbangan 350 mengalami kecelakaan di Teluk Tokyo saat hendak mendarat di Bandara Haneda. Pesawat itu mengangkut 174 orang dan 8 kru.

    Dari rekaman kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR) diketahui ada pertengkaran di kokpit saat pesawat hendak mendarat. Polisi menuding bahwa pilot mematikan 1 dari 4 mesin pesawat sebelum kecelakaan terjadi yang menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian yang sangat tajam.

    Kopilot sempat meneriaki kapten pilot dan mengambil alih kendali pesawat. Pesawat itu tetap mendarat dengan celaka di air, 300 meter sebelum runway Bandara Haneda, dengan 24 penumpang tewas. Perusahaan Japan Airlines mengatakan sang pilot pernah menderita psikosomatis pada akhir 1980-an namun dokter yang menguji mental tetap meloloskannya dan menganggapnya sehat.

    6.Germanwings

    Dari rekaman kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat, kecelakaan pesawat Germanwings pada Selasa (24/3/2015) lalu, menurut jaksa Brice Robin, dikarenakan kopilot, Andreas Lubitz sengaja menjatuhkan pesawat.

    Info terkait:

    • teks report tentang pilot
    • teks wawancara dengan pilot
    • baju profesi dari bhn daur ulang
    • tema pakaian pilot
    • contoh kalimat na pilot bahasa sunda
    • vidio mondi bahasa jawa
    • caption bahasa inggris untuk pilot
    • bikin naskah wawancara pilot
    • bikin kostum profesi buat anak dari bahan daur ulang
    • baju profesi dari bahan daur ulang

    Leave a Reply