TOP 7 mainan yang bikin ENGGAN beranjak DEWASA!!

  • admin
  • 04/12/2015
  • Tumbuh mendewasa di era 90an sama sekali nggak mudah. Terlalu banyak godaan yang membuat kita enggan untuk beranjak dari satu satu level periode umur. Uniknya, anak-anak dulu males dewasa bukan karena melihat problematika orangtuanya yang bikin puyeng. Namun gara-gara hal-hal sepele. Salah satunya adalah mainan.

    Mainan bagi ABG 90an khususnya cowok, sudah seperti harta berharga yang nggak boleh disentuh siapa pun, apalagi diwariskan. Alhasil, selain menjaganya baik-baik, mereka akan terus memainkannya. Sampai pada akhirnya orang-orang sekitar mulai memandang hal tersebut sebagai keganjilan dan itulah masa di mana kita harus mulai meninggalkan si teman berharga. Alasan kenapa ABG dulu ogah meninggalkan mainan-mainannya adalah karena keunikannya. Beda dari mainan sekarang yang mungkin canggih tapi membosankan, mainan dulu benar-benar memberikan kebutuhan hiburan yang oke banget.

    Ada yang dulu SMP masih bawa yoyo atau Tamiya ke sekolah? Itu bukti jika kalian masih nggak rela melepaskan kesenangan walaupun anggapan banyak orang di umur segitu mainan-mainan sudah waktunya ditinggalkan. Nah, mainan cowok 90an sendiri ada banyak macamnya. Yuk, nostalgia dengan deretan mainan keren yang asyiknya nggak habis-habis itu.

    1. Tamiya

    Cowok nggak punya Tamiya sama seperti anak cewek yang nggak punya barbie. Jadi, wajib hukumnya bagi anak-anak cowok untuk punya mainan unik satu ini. Tamiya sendiri bentuknya mobil-mobilan yang dijalankan dengan dua buah batere. Uniknya, Tamiya ini bisa dimodifikasi hingga ke bagian yang paling kecil. Biasanya anak laki-laki akan mengadunya di track untuk mencari tahu Tamiya siapa yang paling gesit. Tamiya sendiri adalah nama brand, sedangkan mainan tersebut bernama asli mini 4WD.

    Nah, uniknya lagi, biasanya mainan ini juga dipertandingkan secara profesional. Kalau levelnya udah seperti itu, nggak cuma anak-anak, orang-orang dewasa pun juga nggak mau kalah untuk mengadu Tamiya mereka. Satu fakta unik lagi tentang mobil-mobilan ini, biasanya Tamiya pertama anak-anak didapatkan dari uang sunat.

    2. Crush Gear

    Crush Gear sama populernya dengan Tamiya, basic kedua mainan ini pun juga sama. Tapi ada beberapa perbedaan mendasar di antara keduanya. Pertama adalah bentuknya, Tamiya mungkin lebih ceper sedangkan Crush Gear lebih bulky dan bantet. Perbedaan keduanya adalah cara memainkannya. Beda dengan Tamiya yang adu kecepatan, Crush Gear dimainkan dengan cara diadu satu sama lain. Siapa yang keluar arena atau terbalik maka akan kalah.

    Crush Gear ini biasanya mahal. Harganya bisa dua kali lipat Tamiya apalagi kalau mereknya terkenal. Nah, keunikan Crush Gear ini memang pada bentuknya yang sangat-sangat keren. Meskipun bulky fantasi anak-anak akan mobil tempur bisa diwakili dengan Crush Gear ini. Sekarang ini sudah jarang sekali toko mainan yang menjual Crush Gear. Jika pun ada, pasti harganya mahal banget.

    3. Beyblade

    Maju, Doragon! Siapa yang dulu suka berteriak seperti ini ketika memainkan Beyblade-nya? Hmm, masa kecilmu pasti greget. Yup, Beyblade juga merupakan salah satu mainan penting bagi anak laki-laki 90an. Beyblade pada dasarnya adalah gasing, namun mereka dikemas dengan sangat artistik sehingga ketika berpusing akan sangat indah bentuknya.

    Meskipun dimainkan seperti gasing, Beyblade bisa dikostumisasi. Kita bisa pasang ring yang berbeda, senjata yang aneh-aneh bahkan bisa diatur ketinggiannya pula. Cara memainkan Beyblade ini adalah dengan menabrakkannya satu sama lain. Asyiknya, ketika masing-masing Bey (sebutan populer Beyblade) ini bertemu, maka akan tercipta bunga-bunga api yang keren. Dulu mainan ini sering sekali sebagai korban rampasan guru.

    4. Yoyo

    Tak cuma diputar, yoyo akan ditabrakkan satu sama lain. Tapi sebelum itu yoyo akan dilengkapi dengan semacam batu api. Jadi ketika beradu mereka akan mengeluarkan percikan api. Makin lama yoyo kayu pun ditinggalkan. Hingga akhirnya populer yoyo plastik yang cara mainnya hanya adu trik saja.

    5. Pistol Peluru Bulat

    Gara-gara pistol ini main detektif dan penjahat jadi lebih real dan seru. Sampai ada adegan action dengan sok bersembungi di balik tembok. Momen paling seru tentu saja ketika sama-sama berhadapan dan peluru tinggal satu. Berasa di film action deh. Sayangnya, mainan ini sempat dilarang peredarannya. Gara-gara memakan korban ketika peluru pistol mainan ini terkena mata.

    6. Pistol Petasan

    Sebenarnya tidak ada nama baku untuk mainan ini, namun anak-anak di Jawa biasa menyebutnya dengan pistol dumpis. Mainan ini bentuknya dimirip-miripin dengan pistol magnum ala koboi walaupun bentuknya padahal jauh. Cara mainnya adalah dengan menjepitkan sepotong petasan atau dumpis tadi di antara sela-sela pemantiknya di bagian atas.

    Tak ada hal heboh yang terjadi ketika pemantiknya dilepaskan. Pistol hanya akan berbunyi seperti petasan kecil. Meksipun begitu bermain pistol ini sangat seru. Apalagi kita bisa sok gaya seperti koboi dengan pistol magnumnya yang mematikan.

    7. Pistol Koboi Mini

    Pelurunya sendiri berbahan petasan, sehingga ketika ditembakkan ia akan berbunyi lumayan keras. Lagi-lagi ketika memainkan mainan ini anak-anak dulu akan melengkapinya dengan akting-akting seru. Asyiknya benar-benar tak tergantikan.

    Jujur saja, kita nggak bisa move on dari mainan-mainan legendaris ini. Buktinya, kamu masih senyum-senyum sendiri membaca ulasan di atas sambil membayangkan betapa serunya masa-masa itu. Jika waktu bisa diputar, pengen banget rasanya bisa kembali lagi. Jadi anak-anak lagi di mana mainan-mainan ini masih normal untuk kita mainkan. Masih ada yang menyimpan salah satu dari mainan legendaris di atas? Salut deh bagi yang masih memilikinya!

    Info terkait:

    • cara membuat yoyo dari bambu
    • cara membuat yoyo dari barang bekas
    • cara membuat gawang mainan
    • mainan anak yang sedang trend 2016
    • kontes truk mainan
    • cara membuat kawat gigi dari mainan
    • mainan anak sd 2016
    • mainan yang lagi trend 2016
    • mainan yg lagi ngetren 2016
    • mainan hits 2016