TOP 7 makanan yang sudah mulai LANGKA di dunia!!

  • admin
  • 11/12/2013
  • Walau makanan termasuk sumber daya alam yang dapat terbarukan, namun makanan juga tidak bisa lepas dari kelangkaan atau bahkan punah.. nah lho??
    Makanan apa yang bisa langka coba? langsung aja cekidot gan:

    1. Cokelat
    Seberapa banyak anda menyukai cokelat? Nah, bersiaplah untuk membayar cokelat dalam harga yang mahal jika anda membelinya di Jepang. Harga cokelat di Jepang “meroket” sebab ledakan permintaan global dan berkurangnya pasokan kakao di dunia.

    Petani kehabisan ruang dan lahan untuk menanam kakao. Kakao juga harus bersaing dengan komoditas perkebunan lainnya yang beharga tinggi, seperti minyak sawit.

    Petani kakao juga dibayar rendah, rata-rata hanya 80 sen per hari, padahal mereka bekerja sepanjang hari. Akibatnya, banyak petani kakao di sejumlah negara produsen utama meninggalkan profesinya dan beralih menjadi pekerja industri.

    Untuk petani tetap, mereka akan memberlakukan efisiensi, sehingga mengurangi biaya pupuk dan mengakibatkan hasil panen menurun.

    Jadi, berapa banyak anda harus mengeluarkan uang untuk sebatang cokelat? Di London, satu batang cokelat ke depannya diprediksikan akan beharga tujuh kali lipat dari harga saat ini.

    2. Sarden
    Ingin menakut-nakuti teman anda yang begitu suka dengan sarden? Silakan beritahu mereka bahwa armada perikanan di Kanada sama sekali kesulitan menemukan ikan sarden setahun lalu. Para nelayan di Kanada mengeluarkan lebih dari 30 juta dolar AS untuk mengeksplorasi sarden dan hasilnya sangat mengecewakan. Mereka terpaksa harus mencari ikan alternatif lainnya.

    Para ilmuwan mengatakan bahwa ikan sarden di Samudra Pasifik sudah berkurang drastis sebab suhu air di sana semakin dingin akibat perubahan iklim. Bukan hanya ikan sarden yang berkurang, ada banyak jenis ikan di sana bermigrasi ke utara.

    Meskipun ilmuwan di Amerika sudah memperingatkan Kanada akan berkurangnya populasi sarden di laut, namun Kanada dan Amerika Serikat tetap saja terus meningkatkan kuota tangkapan mereka. Padahal, mereka seharusnya memastikan keberlanjutan jumlah dan populasi ikan-ikan kecil ini di lautan.

    3. Tequila (The Blue Agave Plant)
    Pecinta minuman keras di Meksiko harus bersiap. Sebab hujan es menyebabkan negara ini kekurangan pasokan bahan untuk membuat Tequila. Tanaman agave biru yang menjadi bahan pokok pembuatan minuman ini sudah berkurang populasinya secara drastis.

    Pada 2007 saja, sebanyak 20 persen jenis tanaman ini rusak. Itu menyebabkan harganya melonjak.

    Banyak yang khawatir jika petani yang menanam agave biru meninggalkan industri Tequila saat ini dan beralih menjadi petani jagung yang jauh lebih menguntungkan.

    4. Keju kambing
    Selain daging, susu kambing juga jadi rebutan untuk dibuat jadi keju yang lezat. Ya, keju dari susu kambing sangat lezat dan semakin banyak orang yang menginginkannya. Konsumen di Cina khususnya, menjadi penggemar besar dari rasa tajam keju kambing ini. Mereka bersedia membayar lebih tinggi untuk mendapatkan produk ini, sehingga mendorong harganya naik di seluruh dunia.

    Selain karena yang meningkat di Cina yang meningkat, meningkatnya harga susu kambing juga karena penyakit demam Q yang menyerang kambing. Akibatnya, para peteranak terpaksa memusnahkan kambing-kambing mereka. Ada lebih dari 50 ribu ekor kambing dan domba dimusnahkan di Eropa pada tahun 2010.

    Para petani terpaksa memusnahkan hewan ternak mereka untuk mencegah peredaran penyakitnya ke manusia.

    5. Anggur
    Setengah dari penduduk dunia mengonsumsi anggur, khususnya kaum wanita. Permintaan global untuk anggur ini sudah melampaui pasokannya.

    Tahun lalu, hampir 300 juta kasus kekurangan anggur terjadi di seluruh dunia, angka terbesar dalam 50 tahun terakhir. Amerika Serikat dan Cina adalah dua negara dengan konsumsi anggur terbesar di dunia.

    Penduduk AS mengonsumsi 12 persen anggur dunia, sedangkan Cina adalah pengimpor anggur terbesar kelima di dunia. Bahkan, Cina telah mengalami peningkatkan konsumsi anggur hingga dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

    Eropa memproduksi 60 persen anggur di dunia. Sayangnya, saat ini hanya memproduksi 25 persen wine dibandingkan 2004. Panen anggur di dunia menurun drastis dalam tujuh tahun terakhir.

    Meskipun produksi anggur di dunia tidak cukup memenuhi permintaan yang ada, dunia akan terus memberikan tekanan kepada negara-negara produsen anggur terbaru, seperti Australia, Argentina, Chili dan Afrika Selatan.

    6. Sirup maple
    Nektar manis dari sirup ini diperoleh dari pohon maple, khususnya di Amerika Utara. Sayangnya, negara-negara tempat pohon maple tumbuh kini mengalami gangguan produksi. Sebab, getah maple tidak lagi banyak dihasilkan dimusim panen.

    Pada 2007, getah maple yang dikumpulkan di New England dan New York yang biasanya dipanen dalam waktu delapan hari menjadi 11 hari. Ini adalah pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir.

    Lingkungan yang semakin panas membuat banyak serangga menggerogoti pohon maple yang seharusnya berfotosintesis di bawah sinar matahari. Pohon-pohon maple akhirnya tidak bisa menyimpan banyak gula, sehingga getahnya menjadi kurang manis.

    7. Pasta Italia
    Pada 2009, Kantor Meteorologi Inggris memperingatkan bahwa peningkatan suhu dan penurunan curah hujan di Italia akan menurunkan produksi gandum di negara itu.

    Gandum adalah bahan pokok utama untuk pasta. Para ilmuwan memperkirakan bahwa produksi gandum akan menurun drastis pada 2020, bahkan mungkin sepenuhnya menghilang diakhir abad ini.

    Sebab kekurangan pasokan gandum itu, Italia harus mulai mengimpor gandum untuk membuat makanan nasional mereka. Tentunya foodies Utalia harus menemukan cara lain untuk menjaga kelestarian produksi gandum di negara itu.

    Info terkait:

    • cara menghias capil
    • yel yel buat para petani
    • cara menggambar petani
    • caption petani
    • slogan untuk petani
    • slogan petani
    • slogan tentang petani
    • origami kambing
    • dp menghilang dari peredaran
    • busana petani

    Leave a Reply