TOP 8 produk yang telah tergantikan oleh TEKNOLOGI!!

  • admin
  • 29/04/2014
  • Berkembang pesatnya teknologi dalam beberapa tahun ini membuat banyak hal bisa dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Bahkan saking praktisnya teknologi saat ini, beberapa hal yang dulu sering kita gunakan dalam berbagai aktivitas sekarang sudah bisa dan bahkan sudah tergantikan oleh teknologi.

    1. Buku catatan

    Benda ini memang belum sepenuhnya diganti, terutama di beberapa tempat seperti sekolah. Tapi, jika memungkinkan, kita mulai lebih suka mencatat segala sesuatunya di dalam gadget atau laptop kita. Banyaknya aplikasi untuk menulis dan menyimpan catatan seperti Evernote atau Blastnote membuat segala informasi dan pengetahuan yang kita peroleh tidak perlu lagi disimpan di berlembar-lembar kertas buku yang berat dan juga bisa rusak. Hal yang sama juga terjadi pada mesin ketik. Benda berat dan berisik itu sekarang ada di museum.

    2. Buku bacaan

    Selain buku catatan, buku bacaan juga mulai tergantikan perannya. Secara teknis, buku bacaan ini masih ada, tapi bentuknya sudah berubah, dari kertas menjadi digital. Ya, hadirnya e-book membuat Anda tidak lagi memerlukan sebuah rak untuk menyimpan buku-buku Anda. Cukup memiliki gadget dengan kapasitas memori yang cukup, dan Anda bisa menyimpan ratusan buku dalam satu alat, serta membacanya di manapun Anda berada (tanpa harus repot-repot membawa banyak buku yang berat).

    Tren e-book di Indonesia sebenarnya belum begitu populer karena masih lemahnya infrastruktur pembayaran online di negara ini. Tapi, hey, berapa banyak di antara kalian sudah tidak lagi membeli buku komik dan malah membacanya secara online di website berbagai website mangascan?

    3. Surat

    Dulu, untuk menghemat biaya telepon, kita sering berkirim surat pada teman atau anggota keluarga kita yang tinggal di daerah atau pulau lain. Menulis, membalas, dan menunggu sebuah surat datang saat itu masih menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan. Tapi, sekarang Anda pasti lebih memilih berkomunikasi dengan mereka dengan SMS dan/atau e-mail yang kemudian mulai tergantikan dengan aplikasi chatting (Line, KakaoTalk, BBM, WhatsApp) di berbagai platform karena selain lebih murah, platform seperti ini tidak mengharuskan Anda menunggu beberapa hari untuk menunggu satu balasan surat.

    Bukan hanya surat biasa, bahkan ucapan hari raya pun sekarang disebar menggunakan SMS dan Facebook. Kapan terakhir kali Anda menerima surat fisik yang berisikan kartu ucapan hari raya?

    4. TV

    Memiliki TV sempat menjadi sesuatu yang membanggakan. Saya ingat ketika kecil teman saya betah datang ke rumah saya hanya karena saya punya TV disertai VCD Player. Tapi sekarang, saya bahkan tidak merasa kehilangan apa-apa karena tidak memiliki TV. Jika ingin menyaksikan channel TV, saya cukup mengakses website streaming. Lagipula, karena merasa bahwa acara di channel TV Indonesia tidak menarik sama sekali, saya lebih terhibur menyaksikan video-video di YouTube.

    Lain hal jika Anda memang ingin menonton channel luar atau TV kabel. Tapi, mereka yang hanya mengincar satu atau dua acara di satu channel, atau hanya ingin menonton film, akan lebih memilih men-download-nya secara online (meskipun mungkin secara ilegal).

    5. Koran

    Dulu, selain TV, koran merupakan sumber informasi utama bagi masyarakat. Tidak membaca koran atau menonton berita di TV bisa membuat Anda ketinggalan perkembangan. Sekarang, koran sudah mulai digantikan perannya dengan berbagai macam website berita yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja, serta tidak mengharuskan Anda menggunakan kedua tangan Anda untuk membacanya seperti pada koran. Media-media besar yang mencetak koran sendiri juga menyadari itu dan mulai lebih memperhatikan layanan berita online mereka, dan menyajikannya secara rapi.

    Selain itu, Anda juga bisa dengan mudah mengakses berbagai berita dari banyak website hanya dalam satu aplikasi agregator berita seperti Scoop News.

    6. Album foto dan portofolio visual

    Dengan adanya kamera digital dan gadget yang dilengkapi dengan kamera kualitas tinggi, Anda tidak memerlukan album foto untuk menyimpan foto dan mengenang kejadian-kejadian dalam hidup Anda. Anda bahkan bisa memperlihatkan dan memamerkan foto-foto ini dengan mudah dengan adanya berbagai macam media sosial yang khusus untuk foto seperti Instagram ataupun PicMix (dan juga tentunya media sosial lain seperti Facebook ataupun Twitter). Selain Instagram dan PicMix, ada juga beberapa aplikasi album foto digital yang memiliki tema khusus seperti InstaB dan Kiddy untuk album bayi, dan OpenSnap untuk makanan.

    Untuk Anda yang suka membuat karya visual (fotografi, lukis, dan sebagainya), Anda bisa dengan mudah memamerkan karya-karya Anda secara online dengan membuat website portofolio sendiri, atau meng-upload-nya di platform online seperti DeviantArt untuk global atau Kreavi yang khusus untuk Indonesia.

    7. Kaset dan walkman

    Di tahun 90-an, walkman merupakan sebuah barang mewah karena merupakan alat pemutar musik portable pertama di dunia. Memasuki tahun 2000-an dan dimulainya era digital, kaset dan walkman mulai tergeser oleh hadirnya CD dan pemutarnya. Setelah teknologi dan tren internet serta alat-alat penyimpanan mulai berkembang, kita sekarang bisa men-download dan menyimpan lagu dalam jumlah yang sangat banyak di komputer atau gadget kita. Alat-alat pemutar musik portable yang ada saat ini juga menjadi sangat kecil dan lebih mudah dibawa-bawa. Sekarang, banyak anak kecil yang tidak tahu mengenai walkman dan kaset (seperti di video ini):

    Sayangnya, kondisi sekarang ini membuat pembajakan terhadap musik sangat mudah dilakukan dan sering terjadi.

    8. Overhead Projector (OHP)

    Beberapa sekolah dulu sempat memasang OHP di seluruh kelasnya dengan tujuan menggantikan papan tulis dan kapur/spidol. Sayangnya, di sekolah saya sendiri, alat ini tidak begitu digunakan. Alasan utamanya mungkin karena guru atau pihak sekolah harus menyiapkan kertas transparan serta spidol, serta harus repot-repot menuliskan materinya di kertas tersebut. Selain itu, sama dengan buku, kertas-kertas ini rawan rusak dan hilang.

    Sejak populernya laptop dan proyektor, alat ini sudah tidak pernah lagi dipakai.

    Meskipun sudah mulai tergantikan, beberapa barang yang saya sebutkan di atas masih dijual dan sering digunakan karena memang masih diperlukan atau sebagai barang koleksi (saya sendiri masih membeli CD musik dan buku). Tapi, dengan semakin berkembangnya zaman, tidak menutup kemungkinan benda-benda di atas akan masuk ke museum dalam beberapa tahun ke depan.

    Info terkait:

    • spidol transparan
    • tempat kapur tulis
    • cara membuat tempat kapur dari koran
    • menulis kertas transparan
    • nama grup untuk para guru

    Leave a Reply