TOP 9 bahan kimia MAKANAN yang harus dihindari ANAK!!

  • admin
  • 19/08/2015
  • Ketahui 9 bahan kimia dalam makanan kegemaran anak-anak yang bisa membahayakan kesehatan mereka.

    Anak-anak kita mungkin menyukai sandwich, hot dog dan beberapa makanan manis. Namun, terkadang makanan tersebut mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan, perkembangan tubuh dan tingkah laku mereka. Inilah 9 bahan kimia yang biasanya ada pada makanan dan harus dijauhkan dari anak-anak kita:

    1. Pewarna Makanan
    Menurut survei terbaru yang dilakukan Kalsec, perusahaan pengolah bumbu alami, 80% orangtua khawatir akan pewarna makanan yang digunakan pada jajanan yang dikonsumsi anak-anak mereka. Pewarna makanan yang biasanya dibuat dari petroleum, ditambahkan pada sereal, permen dan minuman-minuman sehingga membuat jajanan tersebut lebih menggoda. Pewarna yang sering digunakan adalah warna merah, kuning dan biru.

    Pewarna makanan bisa berpengaruh pada gangguan tingkah laku seperti kekurangan perhatian dan hiperaktif . Pewarna makanan juga diduga mengandung karsinogen dan neurotoksin yang dapat menghambat fungsi sistem syaraf. Di beberapa negara yang melarang penggunaan pewarna makanan, produk seperti Froot Loops sereal rasa buah asal Inggris akan menggunakan pewarna alamis yang berasal dari bayam, blackcurrant, wortel dan paprika.

    2. rBGH and rBST
    Recombinant Bovine Growth Hormone , yang juga dikenal dengan nama asrecombinant bovine somatotropin adalah hormon sintetis yang diberikan pada sapi agar mereka bisa menghasilkan susu yang lebih banyak. Meskipun hal ini bagus bagi bisnis besar, namun paparan hormin ini dikaitkan dengan kanker dan juga bisa menangkal antibiotik.

    3. Arsenik
    Satu dari 9 bahan kimia yang biasanya ada pada makanan dan harus dihindari dari anak-anak kita adalah arsenik. Ia merupakan racun cemaran tingkat tinggi yang bisa menyebabkan kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes dan beberapa masalah kesehatan lainnya. Arsenik biasa ditemukan di makanan yang mengandung beras seperti sereal bayi dan protein bar untuk anak-anak. Beberapa perusahaan juga menggunakan beras sirup sebagai pemanis buatan pada sirup jagung, bahkan pada jus kemasan yang selama ini diiklankan sebagai jus sehat.

    4. Nitrat dan Nitrit
    Nitrat dan nitrit adalah pengawet yang memberikan warna padan makanan dan bisa menambah umur makanan tersebut. Biasanya digunakan pada minuman-minuman. Paparan bahan kimia ini menyebabkan kanker pada orang dewasa dan kondisi langka yang bernama methemoglobinemia atau baby blue syndrome, terjadi pada bayi yang pada susunya terkontaminasi air tercemar. Nitrat dan nitrit juga ditemukan pada sandwich, hot dog, kacang polong, kecuali jika mereka berasal dari bahan organik. Beberapa makanan kaleng seperti tuna dan sardine juga mengandung nitrat dan nitrit. Makanan yang mengandung pengawet ini biasanya di kemasannya terdapat tulisan potassium nitrate atau sodium nitrate.

    5. Ractopamine
    Ractopamine merupakan obat yang digunakan untuk membius hewan ternak sebelum mereka disembelih. Pada kemasan obat ini jelas tertulis bahwa penggunaannya dilarang pada manusia. Bahkan, ketika ingin digunakan pada hewan ternak dan babi, orang-orang yang ingin menyembelihnya harus menggunakan pakaian pelindung dan harus sangat hati-hati.

    Ractopamine sering dihubungkan dengan hiperaktivitas pada anak, gangguan tingkah laku, tremor, penyakit jantung serta gangguan reproduksi dan endokrin. Konsumsi ractopamine pada anak bisa meningkatkan resistansi mereka pada obat-obatan untuk penyakit ashma.

    6. Merkuri
    Kandungan omega 3 yang ada pada ikan tentu saja sangat sehat, namun merkuri yang kadang ditemukan pada ikan sangat mempengaruhi otak anak-anak yang masih dalam proses perkembangan. Efeknya, anak-anak menunjukkan perkembangan yang lambat, tidak bisa konsentrasi dan kesulitan belajar. Merkuri sering ditemukan pada jenis ikan tuna baik yang masih segar, beku atau kalengan.

    7. Azodicarbonamide
    Azodicarbonamide sering dikenal dengan matras yoga karena bahan kimia ini ditemukan pada peralatan olahraga. Azodicarbonamide biasa ditemukan pada makanan yang berasal dari tepung. Bahan kimia ini bisa membuat roti jadi lebih lembut dan lebih putih. Ketika roti yang mengandung azodicarbonamide dipanggang, ia membelah menjadi dua bahan kimia yakni semicarbazide dan urethane yang bisa menyebabkan kanker dan asma.

    8. Kalium Bromate
    Ditemukan pada makanan yang mengandung tepung, kalium bromated merupakan bahan tambahan yang menguatkan adonan dan membuatnya lebih mengembang. Diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh International Agency for Research on Cancer, kalium bromated bisa menyebabkan gangguan endokrin. Sama seperti yodium, kalium bromate menghambat produksi hormon tiroid. Jumlah tiroid yang rendah menyebabkan kelelahan, miskin memori dan konsentrasi, nafsu makan yang buruk, sesak napas dan mengalami masalah pendengaran.

    9. BHA and BHT.
    Butylated hydroxyanisole dan butylated hydroxytoluene adalah bahan pengawet yang digunakan untuk menjaga sereal tetap segar meskipun sudah berada di lemari selama beberapa bulan. BHA dan BHT juga ditemukan pada kacang, mentega, daging, dan permen karet. Meskipun FDA, badan kesehatan Amerika, telah mengklasifikasikan BHA dan BHT dalam Generally Recognized as Safe or GRAS, namun National Toxicology Program mengatakan kedua bahan kimia ini harus tetap diantisipasi dan bisa masuk dalam kelompok karsinogen.

    Info terkait:

    • jenis pewarna janur
    • karikatur kimia
    • caption tentang anak kecil
    • caption tentang kimia
    • caption kimia
    • contoh mading kimia
    • sebutkan pewarna yang digunakan dalam pembuatan hiasan janur
    • nama grup kimia
    • pewarna layangan
    • mading kimia